Sudah seminggu berlalu aku telah merawat freya, karena kondisiny yng sudah sehat aku meninggalkan istana.
Freya melihatku dari atas menara, "hati-hati tuan reiji "Freya tersenyum melihatku.
"Eh, kakak rindu ya dengan tuan reiji"olivia mendadak di belakang freya.
"Eh olivia jangan mengejutkanku dong"freya menyentuh dadanya.
"Hahaha, padahal baru di tinggal belum satu hari sudah rindu"olivia tersenyum mengejek.
"Enggak rindu kok"pipi freya merona malu.
"Begitu ya, nanti tuan reiji aku rebut duluan ya"kata olivia.
"Tunggu olivia "freya dengan pipi memerah.
Raja dengan nafas terengah-engah, mencoba mencari sesuatu.
"Papa, kenapa? "Olivia binggung.
"Diman reiji"raja menyentuh bahu olivia.
"Dia bru saja pergi ?"olivia binggung .
"Memang kenapa ayahanda ?"freya binggung.
"Dia melupakan bayarannya"raja mengeluarkan kantung yang penuh dengan koin emas.
Freya tersenyum dan melihat pemandangan luar, "dia tidak memerlukannya ayahanda"freya tersenyum manis.
"Tapi dia sudah mengalahkan demon bear, membunuh dark dragon,dia bahkan menyembuhkan mata olivia dan merawatmu"raja dengan mata berkedut.
"Eh, banyaknya bantuannya "olivia terkejut.
"Hahahaha, tuan reiji memang hebat "freya tertawa.
"Astaga, 1000 emas saja pasti kurang membayar jasanya"raja duduk di kursi karena kelelahan.
"tuan reiji benar-benar tipeku "olivia melotot.
"Eh"freya terkejut melihat olivia seperti mengalami Cinta pandangan pertama.
Aku melihat kantong uangku yang berisi, "(tinggal 5 koin emas dan 15 koin perak dan 1 koin perunggu) "kataku dalam hati.
Aku menuju guild petualang untuk menemui mereka eris, lisa, dan marry.
Saat aku masuk ke dalam guild, semua petualang terkejut melihatku dan berbisik-bisik.
Aku melihat ceres, "ceres san aku berkunjung"aku melambaikan tanganku.
"Oh reiji, darimana saja sudah seminggu aku tidak melihatmu"ceres tersenyum manis.
"Aku merawat freya"aku duduk di kursi pengunjung.
"Eh freya....tunggu jangan-jangan Putri pertama! "Ceres beteriak.
"Ya begitulah"kataku dengan tatapan datar.
"Kau banyak kenalan orang-orang penting ya"ceres tersenyum canggung, "jadi apa yang kau inginkan"ceres tersenyum senang.
"Apakah eris, lisa, dan marry ada "kataku.
"Anu satu hari ini aku tidak melihatnya memang kenapa? "Ceres binggung melihatku.
"Aku hanya mau bandar minum saja"aku dengan tatapan datar.
"Begitu ya, jadi kau mau minum aoa sekarang kakak yang pesan "ceres tersenyum senang.
"Aku pesan s**u"aku dengan tatapan datar.
Mendadak ceres mematung, "s**u? "Ceres binggung melihatku.
"Iya"aku dengan tatapan datar.
"(Aneh sekali biasanya petualang pasti tertarik dengan alkohol mahal) kau tidak mau alkohol reiji "ceres tersenyum melihatku.
"Enggak aku maunya s**u, aku belum boleh minum alkohol umurku masih 15 tahun"aku menggelengkan kepalaku.
"Begitu ya, (aku benar-benar enggak paham apa yang dia inginkan bukannya 15 tahun, sudah biasa meminum alkohol) "ceres binggung melihatku.
Waktu berlalu karena mereka tidak datang di guild aku pulang, "terima kasih susunya kate san"aku melambaikan tanganku.
"Hati-hati reiji "ceres tersenyum manis.
Aku menuju ke rumah lisa, untuk membuat pedang baru"paman permisi "aku menggedor pintu.
"Masuklah, lama tidak bertemu bocah "paman tersenyum senang.
"Paman aku boleh pinjam tempatnya enggak, aku mau buat pedang dan baju zirah "kataku.
"Tentu, lagi pula hari ini tidak ada pesanan"paman tersenyum lebar.
"Ini paman "aku menaruh satu koin emas di atas meja.
Aku mulai mengganti pakaian khusus untuk membuat zirah.
"Baik waktunya di mulai "aku melelahkan besi dan mengeluarkan taring dan cakar naga.
"Nak reiji, bukanya itu kulit dark dragon "paman terkejut melihatku.
"Ya begitulah dan juga, maaf aku menghancur mahakarya terbaik paman"aku menundukan kepalaku.
"Maha karya, oh itu ya tidak usah dipikirkan"paman tersenyum malu melihatku.
Aku tersenyum kecil dan mencapur bahan menjadi satu, "kau trampil juga, kau belajar dimana"paman tersenyum mengejek.
"Aku tinggal tekan kok"aku dengan tatapan datar.
"Tinggal tekan maksudmu "paman binggung melihatku.
"Aku menaruh skill point, ke skill sebanyak 10"kataku.
"Aku tidak paham apa maksudmu, tapi hebat juga ternyata? "Paman bingung melihatku.
"Aku ingin membuat dua pedang paman"aku mencampur taring naga dengan lelehan besi, dan cakar naga dengan lelehan besi di tempat yang berbeda.
Mungkin membutuhkan waktu sekitar 10 jam karena aku menambahkan energiku membuat keluar simbol-simbol aneh dari kedua pedang ini.
"Sudah selesai "aku mengangkat dua pedangku.
"Menarik sekali, hebat"paman tepuk tangan.
"Baik waktunya aku coba"aku meminjam baja.
"Oke baik mulai "paman beteriak.
"Slashh"aku memotong baja dengan jarak 10 meter.
"Huhhh"paman binggung melihatku.
"Bomss"baja terbelah menjadi empat.
"Menakjubkan sekali aku baru pertama kali melihat pedang sekuat ini "paman takjub melihat ketajaman pedang buatanku.
"(Kuat sekali) "aku menggerakkan pedangku.
"Hahaha, kau harus memberi namanya "paman menunjuk pedangku.
"Nama, kenapa aku harus memberi nama? "Aku binggung.
"Aduh, setidaknya kau harus memberinya nama bocah, agar mereka sama kuatnya seperti tuannya "paman tersenyum melihatku.
"Nama..... Claw dragon sword, fang dragon sword"aku mengangkat kedua pedangku.
"Wow, menarik sekali bocah "paman tersenyum melihatku, "oh ya nanti malam eris, lisa dan marry mungkin ke bar"paman tersenyum senang.
"Oh,terima kasih paman"aku menyatukan kedua pedangku membuatnya menjadi pedang besar.
"Hahaha pedangmu menarik sekali, bisa jadi pedang besar, dua pedang ,dan kenapa seperti ada...."paman tertawa melihat pedangku.
"(Mungkin di dunia ini, belum di temukan s*****a api.... Tinggal buat amunisi)Kalau begitu paman aku?"aku binggung melihat paman max menundukan kepalanya seperti ingin berterima kasih.
"Terima kasih kau sudah menyelamatkan putriku tuan reiji "kata paman.
"Tidak usah dipikirkan mereka juga temanku"aku tersenyum dan meninggal paman max.
Aku sekarang berada di bar tempat biasa mereka minum, saat aku masuk ke dalam bar semua terkejut melihatku dan"reiji kesini "eris melambaikan tangannya ke arahku.
Aku melihat lisa dan marry, aku duduk di samping marry"hari ini aku yang teraktir seperti yang aku janjikan"aku melihat eris.
"Kau mengingatnya, kau cukup menyebalkan "eris duduk sambil meminum birnya.
Aku melihat lisa dan marry meminum teh,aku tersenyum kecil melihat marry dan lisa.
"Semua aku sampai memberikan ini"aku menggunkan skill dimensi box.
"Belati"eris melihat dua belati hitam.
"Pedang"lisa menyentuh pedang hitam.
"Tongkat sihir"marry tersenyum kecil.
"Kau mau menjualnya reiji "Eris tersenyum lebar.
"Enggak itu untuk kalian"aku meminum susuku.
"Tunggu reiji kalau aku lihat ini dari taring dark dragon kan"eris melihat belatinya.
"Ya semua dari tubuh naga, aku memberikan pada kalian karena s*****a, kalian sudah rusakkan "aku menatap mereka dengan tatapan datar.
Eris, lisa, dan marry dengan pipi merona melihatku, "terima kasih "mereka semua serempak.
"Sama-sama "aku meminum susuku.
Marry, lisa, dan eris tertawa sambil bercanda, memainkan s*****a yang aku berikan.
"Oh ya semua, mungkin ini hari terakhir kita akan bertemu "kataku.
"Huh"eris, lisa, dan marry menjatuhkan minumannya.
Bersambung.