Perjalanan

1094 Words
Di depan gerbang utama, semua berada disini untuk menyambut kepergianku. "Jadi semua, aku mungkin akan pergi cukup lama "kataku. Kate tersenyum melihatku, "jika kamu bertemu dengan sayang berikan ini ya, pasti dia akan langsung paham"kate menyerahkan surat. "Reiji, terima kasih sudah banyak membantuku panti asuhan kami telah di renovasi, bahkan raja sering mengirim makanan setiap minggu"marry tersenyum senang. "Sampai jumpa lagi, kami akan terus menunggumu mungkin saja papa pasti terkejut soal kepergianmu"lisa tersenyum malu. "Terima kasih, kau sudah banyak membantu kami"eris tersenyum manis. "Oh ya jika kau menggunjing suatu guild berikan ini padanya "marc memberikan surat berwarna kuning. "(Surat lagi?) "aku binggung sambil memandangi surat pemberian kate, dan marc. Aku melihat banyak prajurit di belakang raja, "ini kartu perdagangan jika kau ingin masuk kota, akan lebih mudah tanpa harus membayar"raja menyerahkan kepingan koin emas dengan tulisan bahasa dunia ini. "Baik, woi kalian pergilah "aku kesal Melihat semua prajurit, membuat mereka menjauh sekitar 10 meter. Olivia tertawa melihatku diikuti semuanya,aku binggung karen mereka mendadak tertawa "mungkin kakak akan rindu karena kepergian mu reiji "olivia tersenyum mengejek. "Baik nampaknya aku harus... "Aku terhenti karena mendengar teriakan ceres. "Tunggu reiji hampir saja! "Nafas ceres terengah-engah. "Kenapa ceres san? "Aku binggung. "Aku ingin mengucapkan selamat tinggal"ceres tersenyum melihatku. "Oh begitu, aku pergi dulu "aku melambaikan tanganku. "Woi tunggu dulu astaga, ini untukmu "ceres menyerahkan telur kepadaku. Aku mengambil telur sambil memandangi telur ini, "ini bekal untukku ya"kataku. "Bukan itu telur monster"ceres memarahiku. "Bukan bekal ya "aku menarik nafas karena malas. "Eh,(kenapa dia kecewa )ini telur macam-macam monster yang sering kau lihat di guild, aku tidak tahu monster apa yang akn menetas tapi saat mereka melihat orang untuk pertama kalinya, di langsung mengangap dia orang tuannya"ceres tersenyum senang. "Baik aku paham"aku dengan tatapan datar. "Kalau tidak salah harganya 1 koin emas"marc tersenyum melihat ceres. "Begitu ya "aku merogoh kantung uangku. "Tunggu-tunggu kau tidak perlu membayarnya!"marc dan ceres terkejut melihatku. Aku tersenyum kecil melihat mereka semua, "baik aku pergi dulu "aku berjalan sambil melambaikan tangan kananku. "Hati-hati "semua tersenyum senang. "Aku mungkin merindukannya"kate tersenyum senang. Olivia binggung melihat ayahnya berpikir, "pahlawan.... Pahlawan..... Pahlawan tanpa tanda saja tidak tertarik dengan kekuasaan, orang yang tenang dan penyendiri, sering membantu orang yang lemah"raja tersenyum melihatku. "Papa sedang membicarakan apa? "Olivia binggung melihatku. "Pahlawan pedang "raja tersenyum melihatku, "majulah terus pahlawan pedang jangan melihat kebelakang! "Raja beteriak. Aku menghadap kebelakang, "(paman membicarakan apa?) "aku binggung. "(Dia menghadap ke belakang) "raja gelisah melihatku, sedangkan semua melihat raja dengan tatapan bodoh. Aku tersenyum kecil sambil melambaikan tanganku, sudah cukup jauh aku meninggalkan istana mendadak aku melihat. "Tunggu tuan reiji "aku melihat freya menunggang kuda putih. Aku binggung melihat dia,dia turun dari kudanya"hug"freya memeluk ku. "Anu kau sedang apa"aku dengan tatapan datar. "Izinkan aku ikut bersamamu, aku tidak ingin jauh-jauh darimu"suara pelan freya. "Kau ingat apa yang aku katakan, ini kebebasanmu lakukan apa yang kau inginkan"aku dengan tatapan datar. "Yang aku inginkan adalah terus bersamamu tuan reiji "freya beteriak. "Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan"aku dengan tatapan datar. "Aku hanya ingin bersamamu"freya menangis. "Kau cengeng sekali, sudah aku duga kau menyebalkan "aku dengan tatapan datar. "Eh, wahhhh tuan reiji memarahiku"freya menangis. "Aku memarahimu karena kau menyebalkan jadilah lebih kuat saat kita bertemu lagi "aku tersenyum kecil. "(Tuan reiji tersenyum) baik aku paham"freya tersenyum melihatku. "Sob-sob"aku mengelus kepala freya, "aku menyukai sifatmu yang seperti itu"aku tersenyum kecil,dan meninggalkan freya. Freya tersenyum senang, "hati-hati di jalan tuan reiji "Freya bateriak. Aku melambaikan tanganku tanpa melihat kebelakang, "(selamat jalan Cinta pertamaku) "freya tersenyum sambil membersihkan air matanya. Aku memulai perjalanan baruku di dunia ini, banyak kerajaan besar sama seperti kerajaan resya, kate san mengatakan suaminya berada di kerajaan diamond ,karena jarak kerajaan itu sekitar 200 km mungkin akan membutuhkan waktu sekitar seminggu jalan kaki. Tak terasa sudah malam aku melihat tempat penginapan sekaligus bar. "Malam ini aku istirahat disini "aku masuk ke dalam bar. Di dalam bar aku melihat banyak petualang yang asik minum dan bernyanyi, namun saat aku melihat sepintas di antara mereka ada yang tidak suka dengan orang baru. "Permisi"aku duduk di kursi dan menaruh pedangku di sampingku. "Selamat datang, mau pesan apa? "Aku melihat bibi gendut dengan rambut coklat tersenyum melihatku. "Aku pesan makanan biasa"aku dengan tatapan datar,sambil mengeluarkan kantong uangku. "Baik jumlahnya 1 koin perak, dan 2 koin tembaga kalau dilihat nak kau petualangan ya"bibi tersenyum melihatku. "Enggak aku hanya pengembara biasa"aku menaruh 1 koin perak 2 koin tembaga. Tak beberapa lama makananku sudah siap, aku memakan nasi dengan isi udang di bumbui saus barbeque. "Enak juga"aku tersenyum kecil. "Terima kasih "bibi tersenyum manis, "tapi kalau dilihat dari pakaianmu dan s*****a itu, nampak seperti petualang kau ya "bibi melihat pedang besarku dengan baju hitam biruku. "Enggak kok, yang paling utama bibi apa aku bisa menginap disini semalam saja"aku memakan makananku. "Bisa kok bayarnya 1 koin perak"kata bibi. "Baik ini uangnya "aku menaruh satu koin perak. "Terima kasih ya, kau anak yang aneh ?"bibi binggung melihatku. Saat aku masih makan aku melihat salah sati pegawai wanita di ganggu dengan laki-laki berbadan besar dengan luka didanya, aku meliriknya dan tidak terlalu memperdulikannya. "Woi bocah kau lihat apa"dia memanggilku, namun aku hanya mendiaminya saja. Aku masih memakan,makananku dan tidak memperdulikannya, "kau dengar enggak bocah begitu bicaramu dengan petualang rank b sepertiku huh"dia memarahiku dan melihat senjataku dan pakaianku. "Hahaha, kau mirip bangsawan saja apa, apa'an senjatamu ini dengan baju mewah ini "dia mencoba menyentuh senjataku namun aku langsung menarik senjataku mejauhi dia. "Kau berisik sekali, jangan gangu wanita itu dan juga cepat pergi dari sini ini tempat untuk makanan dan istirahat"aku menunjuk pintu keluar. "Apa yang kau katakan s****n"dia memarahiku mendadak aku di kepung lima teman-temannya sambil mengeluarkan s*****a. "Kau pergilah "Aku melihat wanita yang lari ke takutan ke dapur sambil mencoba memanggil seseorang. "s****n kau"dia mengarahkan pedangnya ke arahku. "Bukk"aku menghajar wajahnya, menarik kepalanya dan langsung menghantam ke tanah, "sudah aku bilang pergi "aku dengan tatapan tenangku. "Bukkk"bibi penjaga bar memukul mejan, "disini tempat makan dan istirahat kalau ingin berkelahi keluar saja"bibi kesal melihat petualang yang lain. Mereka semua lari ketakutan melihatku kecuali aku menatap bibi dengan tatapan datar. "Terima kasih nak kau sudah membantu dia"bibi menunjuk kebelakang dan aku melihat wanita tadi. "Tidak usah dipikirikan"aku memakan makanku dan tidak terlalu memperdulikannya. "Baik ini ruangannya tuan"dia tersenyum manis "cupp"dia mencium pipiku,"terima kasih ya"dia menutup mulutnya. "Sama-sama"aku dengan tatapan datar dan langsung masuk ke dalam kamar. Aku menaruh telur pemberian ceres di atas meja, dan aku langsung mematikan lampu namun aku membuka jendela agar sinar bulan masuk ke kamarku, saat aku tertidur telur pemberi ceres bercahaya dan sedikit begerak karena terkena sinar bulan. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD