Kerajan diamond

925 Words
Aku dan lily berada di bar, aku melihat lily yang banyak memesan daging. "Tambah lagi"ekor lily bergerak-gerak karena senang. "Pesan lagi paman"aku mengangkat tanganku. "Baik"paman pemilik bar terkejut melihat lily. "Tuan, kenapa orang-orang membisikan kita"lily membicarakan di telingaku. Aku meminum jus anggurku, "entahlah, aku juga tidak tahu"aku melirik mereka. Mendadak mereka memalingkan padangan sambil mengobrol. Tak beberapa lama lily telah menghabiskan makanannya, "ahhh kenyangnya "lily bersender pada tubuhku. Aku melihat lily dengan tatapan datar, "paman berapa bayarannya ?"aku dengan tatapan datar. "25 koin perak nak "paman tersenyum kelelahan sambil melihatku. "Baik, ini paman"aku menaruh uang di atas meja, "oh ya paman tempat yang bagus untuk berburu dimana paman"aku dengan tatapan datarku. "Tunggu dulu,biasanya para petualang hobi berburuh di area barat soalnya kebanyakan monster disitu, mudah di tangkap dan di bunuh,aku tidak merekomendasikan area timur banyak monster iblis disana"paman membisikan ku. "Begitu ya terima kasih ya paman"aku tersenyum kecil sambil mengangkat senjataku. Lily berada di sampingku dan kami berjalan meninggalkan bar namun, aku terhenti melihat laki-laki kurus berpakaian rapi berada di depanku. "Kenapa dia disini bukanya, pajak sudah di bayar seminggu yang lalu"kata salah satu pekerja laki-laki berbisik. "Bangsawan"salah satu pengunjung berbisik-bisik. Aku tidak memperdulikannya dan berjalan melewatinya, membuat dia agak kesal namun dia tidak memperdulikanku. "Pajak"kata orang kurus itu. "Tapi tuan saya sudah membayar 5 koin emas kemarin "kata paman pemilik bar. "Aku tidak peduli, itu belum termasuk bungamu ya atau kau ingin aku"dia mengangkat tangan kanannya membuat prajurit mengeluarkan pedangnya. "Baik saya, paham jangan membuat keributan disisnk tuan! Paman menundukkan kepalanya. Paman memberikan 500 koin perak, dan langsung di ambil dengan laki-laki kurus itu, "aku menunggu besok lagi ya, hahahaha "dia tertawa senang. Laki-laki kurus terhenti karena aku menghalangi pintu masuk bar, "woi kau menyingkir"dia meneriakiku. Aku dengan tatapan tenang namun penuh dengan amarah, "kau kembalikan uangnya "aku menunjuk kantong uang paman. Mendadak semua orang di bar terkejut melihatku, karena berada menantang bangsawan. "Kau tidak tahu huh aku adalah duke kerajaan ini, berani nya kau menunjukku! "Dia kesal melihatku. "Pencuri"aku menunjukknya. "Kalian berdua serang dia "laki-laki kurus menunjukku. Prajurit mendekatiku sambil mengeluarkan pedangnya, "s**l sekali nasibmu nak hari ini "laki-laki berpakaian zirah tersenyum melihatku. "Bukkk"aku memukul wajahnya membuat zirahnya hancur. "Apa! "Bangsawan gemetaran dan melihatku, "bukkk"menghajar perut satu prajuritnya juga. Aku mendekati dia dan melihatnya tepat di depan wajahku, "kau tidak tahu aku, jika kau macam-macam pasti kau akan ?"dia binggung melihatku karena mencoba menyentil dahinya. "Bomsss"angin besar mengenai wajahnya membuat dia terpingsan dengan dahi merah. Aku mengambil uang di kantongnya dan langsung memberikannya kepada paman. "Paman jika dia menanyai uangnya, bilang saja uangnya ada padaku"aku melambaikan tanganku. Paman dengan mulut terbuka, "siapa anak itu "paman binggung melihatku, "(terima kasih nak) "dia tersenyum melihat kantong uangnya. Aku berjalan bersama lily namun entah kenapa lily merasa kesal. "Tuan, orang itu menyebalkan lily ingin menghajar wajahnya "lily mengepalkan tangan kanannya. "Jangan,bisa-bisa dia mati lily"aku mengelus kepala lily. "Baik aku mengerti tuan"lily tersenyum manis, "jadi tuan kita akan kemana"lily berjalan mengikutiku. "Kita akan berburu "kataku. "Berburu asik, akhirnya bisa olahraga "lily tersenyum melihatku sambil menyentuh tangan kananku. Di area Timur kerajaan diamond, tempat yang sangat sepi karena sedikit petualang yang berani memasuki wilayah ini. Mendadak mata lily terang berwarna biru, "tuan ada satu mahluk yang nampaknya lezat "lily tersenyum ke arah dalam hutan. "Oke baik,kita kesana aku juga ingin tahu "aku mengelus kepala lily. "Baik"lily mengikutiku. Aku sampai di tempat yang lily katakan,mendadak suasana tempat ini semakin dingin dan aku merasakan getaran yang sangat besar. "Wow"lily kagum melihat monster yang dia lihat dengan tinggi 5 meter. "(Monster itu berekor ular, berkepala kambing, dengan d**a singa dia mirip seperti chimera mahluk mitologi di duniaku) "aku bepikir. "Mitologi? "Lily binggung melihatku, "baik tuan aku duluan "lily melompat sangat tinggi dan mengeluarkan perubahannya di tangan kiri. "Rasakan ini ular"lily beteriak dan memotong ekor monster itu. "Lily tunggu"aku langsung mengeluarkan pedangku. "Rowrrr"monster itu melihat lily, namun liky langsung, "thrust "d**a monster itu tertembus dengan cakar lily. Lily menarik tangan kirinya sambil mengepalkan tangannya,"bukkk"lily memukul monster itu membuatnya terlempar samapai 20 meter. Lily dengan tatapan binggung "lemahnya"lily dengan tatapan bodoh,sambil melihat tangan kirinya yang kembali semula. Aku mendekati lily, "jangan menyerang tiba-tiba "aku menarik pipi lily. "Sakit baik lily paham"lily menyentuh pipinya yang memerah. "Info, monster rank A"aku melihat status monster ini. "Baik waktunya aku potong, tail snake tingkat A, lion brest tingkat A, goat head tingkat A+,poison meat tingkat S"aku terkejut karena status dagingnya, "lily tunggu"aku menghentikan lily. "Dagingnya enak"lily memakan daging. "Jangan dimana dagingnya woi"aku mengambil daging mentah di tangan lily. "Tunggu tuan"lily kesal melihatku. "Info, poison cure skill"aku melihat status lily yang ternyata anti racun. "Baik kau boleh makan ini tapi di masak dulu ya"aku tersenyum kecil sambil membersihkan mulut lily yang penuh dengan darah. "Baik, hehehe"lily tersenyum melihatku. Tak beberapa lama aku telah menaruh semua tubuh chimera dalam dimensi box. "Lily kau memainkan apa "aku melihat lily memainkan tengkorak chimera. "Boleh di bawak, lily yang angkat"lily tersenyum senang. "Enggak boleh, dimensi item tidak bisa memasukan barang lagi lily.... "aku terdiam melihat lily mengangkat setengah tubuh chimera dengan tangan kirinya. "Lihat mudahkan"lily tersebut senang dan belari meninggalkanku. "Lily tunggu"aku mengejar dia namun kecepatan kamj yang berbeda jauh, membuat aku tidak menyusulnya. "Aduhhhh"lily kebandung batu membuat dia terjatuh. "Kan sudah aku bilang "aku dengan tatapan datar. "Emmmm,sakit "lily menyentuh kakinya yang bedarah. Aku mengobati kakinya dan langsung memperban, "baik naik"aku jongkok. "Baik tuan, hehehe"dua tersenyum senang melihatku. Aku membopong tubuh chimera di punggungku, sedang lily di kepalaku. "Maju tuan"lily beteriak senang. "Baik-baik"aku berjalan bisa sambil tersenyum kecil. Bersambung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD