Amarah lily

867 Words
Lily mendekati laki-laki kurus itu dengan tatapan mengerikan. "Bukkk"lily hanya mengerakkan tangan kanannya mendadak semua prajurit terbang, seperti terkena hempasan angin yang sangat kuat. "Siapapun yang beraninya melukai tuan akan lily, bunuh! "Lily melotot melihat bangsawan dan prajuritnya yang gemetaran. "Ihhh, monster "dia ketakutan langsungnya terduduk. "Tuan"bangsawan mendengar teriakan bawahnya. "Hahahah, kalian semua Serang dia"fia tertawa sambil menunjuk lily. Semua prajurit menghafalkan mantra, dan mengarahkan ke lily. "Bomss-bomss"ledakan semua mantra sihir mengenai lily. "Hahaha rasakan itu monster! "Dia menertawakan lily. Kabut yang mengenai lily menghilang, mendadak semua prajurit ketakutan melihat lily karena tubuhnya tidak tergores sedikitpun. "Akan aku bunuh kalian semua! "Lily tertawa sambil melompat ke arah mereka semua. Semua prajurit ketakutan dan gemetaran karena melihat akhir dari hidup mereka. "Hug"aku memeluk tubuh lily, "hentikan lily"aku membisikkan telingan lily. Lily terdiam karena perkataanku,mendadak tubuh lily kembali seperti semula. "Tuan,baik-baik saja"lily melihatku dengan tatapan kosong. "Aku, baik-baik saja"aku mengelus kepala lily membuat dia makin tenang. Lily tersenyum manis melihatku dan langsung memelukku, "tenanglah "aku mengelus kepala lily sambil tersenyum manis. "Lihat semua serang monster itu sudah tidak begerak, hahaha"dia tertawa sambil menunjuk lily. Aku melepaskan pelukan lily, dan mendekati orang kurus itu"bukkkk"aku menendang wajah orang kurus itu. Aku merasakan tulang leher dan wajahany hancur karena tendanganku, "dia memilki nama k*****t"aku dengan tatapan mengerikan. Tembok yang mengenai tubuhnya hancur karena tendanganku, "kau berani menendang bangsawan"prajurit dengan zira lengkap meneriakiku. "Kalian bisa diam atau aku bunuh, di pertemuan selanjutnya jika kau macam-macam dengan lily akan aku pastikan kau menyesal telah di lahirakn di dunia ini"mendadak skill intimidasiku aktif dengan sendirinya, membuat semua prajurit terpingsan. Aku berjalan dan meninggalkan mereka namun, kami terhenti karena prajurit dengan zira putih mengkilap seperti kesatria kerajaan. "Apa yang kalian inginkan jika kau berani menyentuh lily"aku langsung menjatuhkan sarung pedangku. "Tidak, tenang tuan kami benar-benar minta maaf atas perlakuan bangsawan tadi"dia menundukan kepalanya, diikuti semua prajurit yang lainnya. Aku melepaskan pedang yang aku gengam sangat kuat, "jadi apa tujuan kalian"aku dengan tatapan tenangku. "Penasehat raja ingin bertemu denganmu"kata prajurit sambil melepaskan helem besinya. "Baik, aku paham ayo lily"aku menarik tangan lily. Kami naik di kereta kuda menuju istana kerajaan diamond, namun lily hanya diam saja sambil menunduk kepalanya. "Lily bukan nonster kan tuan"suara pelan lily. Aku melihat ke arah lily, "pukkkk"aku menepuk kedua pipi lily, dan menatap dia dengan tatapan datar. "Lily bukan monster lily ,ya lily tidak ada yang berubah sama sekali"aku tersenyum kecil. Lily terkejut dan tersenyum melihatku, "benar lily, ya lily hihihihi"lily tersenyum senang. "(Itulah senyuman yang ingin aku lihat lily) "aku tersenyum kecil. "Ne tuan jadi kita akan kemana? "Lily binggung karena kereta ini menuju istana. "Aku juga tidak tahu? "Aku dengan tatapan datar. Saat kami memasuki istana kerajaan aku melihat, "banyak sekali orang"aku dengan tatapan datar. "Benar juga"lily duduk di sampingku. Saat aku memasuki istana kerajaan, aku melihat orang tua dengan monocle "selamat datang di istana kerajaan diamond"dia tersenyum melihatku. Aku dengan tatapan datar sedangkan lily binggung, "jadi kenapa kami di undang disini?"aku binggung. "Sebentar bisa kita bicara di ruanganku saja"dia tersenyum senang. Kami mengikuti orang tersebut menuju kamarnya, aku melihat maid yang sudah menyiapkan kue dan teh di atas meja. "Makanan"lily langsung memakan kue. Aku duduk di samping lily,sedangkan orang tua itu sedang meminum tehnya. "Apakah anda yang mengalahkan demon beast"dia tersenyum melihatku. "Bukan aku lily yang membunuhnya "aku menunjuk lily yang sedang makan. "Huh, bukan kau yang membunuhnya tapi anak ini"orang tua melihat lily, "ahem-ahem perkenalkan namaku rof walfard"dia tersenyum melihatku. "Aku reiji muramasa, sedangkan ini lily"aku menghormatinya. "Ammmm, paman kue ini enak boleh lily bawak"lily tersenyum melihat tuan rof. "Boleh, tapi bisa kau menunjukan tubuh chimera itu"dia dengan wajah agak penasaran. Aku mengeluarkan daging chimera yang ada di dimensi box. "Benar sekali ini chimera "rof gemetaran, "terima kasih banyak"dia menundukan kepalanya. Aku dan lily binggung melihat mereka semua, "tidak usah dipikirkan tuan rof"aku dengan tatapan datar. "Sudah banyak nyawa yang hilang karena mahluk ini, bahkan..... "Tuan rof hampir menangis. "Kau tidak perlu menceritakannya tuan"aku memberikan sapu tangan. "Maafkan aku "dia membersihkan air matanya dengan sapu tangan. "Paman tenang ya"lily memberikan kue kepada tuan rof. "Terima kasih ya nak"tuan rof mengelus kepala lily, "sebagai tanda terima kasih aku.... "Aku menghentikannya. "Kau tidak perlu membayar kami"aku dengan tatapan datar. "Tunggu tuan, ini sebagai jasa karena anda telah mengalahkan dia"dia terkejut melihatku. "Kau tidak perlu membayarku lagipula, aku sudah punya banyak uang"aku melempar kantong uang yang berisis 100 koin emas. Dia binggung melihatku, "kalau begitu lebih baik anda menemui raja kerajaan ini "dia tersenyum senang. "Raja? "Lily binggung melihatku. "Dia seperti pemimpin lily "kataku. Kami mengikuti tuan rof dan tepat di depan singsana raja aku melihat semua bangsawan disini, dan ada 20 orang yang mungkin berusia sama sepertiku. Saat aku mendekati tempat duduk raja, banyak orang yang terkejut melihatku termasuk salah satu bangsawan kurus yang membuatku kesal,aku menatap dengan skill intimidasi membuat dia terduduk. Semua bangsawan terkejut, dan langsung melihat ke arahku, aku dengan tatapan tenang diam saja bersama dengan tuan rof. Aku melihat anak kecil yang duduk di singsana raja, Semua orang langsung menghormat kecuali aku dan lily. "Anak kecil"aku dengan tatapan datarku. Semua orang terkejut dengan perkataanku barusan, membuat semua orang kesal melihatku. "(Kenapa dengan mereka semua?) "aku binggung. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD