Raja kerajaan diamond

885 Words
Aku melihat anak kecil yang duduk di singsana raja,"anak kecil? "Aku binggung. Semua orang kesal melihatku, "beraninya kau mengatakan raja seperti itu"kata bangsawan dengan baju coklat. "Kau yang menyerangku tadi kan, aku ingat teman monstermu.... "Dia terhenti karena aku melempar pisauku menggores pipinya. "Bisa kau tutup mulutmu"aku menggunakan skill intimidasi. Semua bangsawan gemetaran melihatku kecuali tuan rof, dan beberapa orang yang berusia denganku. "Kau jangan menggunakan k*******n di singsana"aku melihat laki-laki berambut merah dengan zira lengkap kesal melihatku. "Memang kenapa masalah buatmu "aku dengan tatapan datar. "Apa katamu, beraninya kau mengatakan pahlawan seperti itu"dia kesal melihatku sambil mengeluarkan pedangnya. "Kalian semua tenang"tuan rof beteriak membuat semua terdiam. Tuan rof berada di samping anak kecil itu,"perkenalan semua bangsawan, dan pahlawan dia adalah tuan reiji dan lily orang yang mengalahkan chimera "tuan rof tersenyum melihatku. "Apa! "Semua terkejut. "Mustahil bahkan kami semua tidak bisa mengalahkan monster itu, jangan-jangan kau hanya penipu yang mengiginkan uang saja"laki-laki berambut merah kesal melihatku. "Benar dia hanya penipu "semua bangsawan serempak. Aku diam saja sedangkan lily binggung melihat mereka semua"huh(mereka membuatku ingat suatu hal) "aku memikirkan akira dan teman sekelasku. Tuan rof menghentakkan kakinya, "jika kalian benar-benar pahlawan seharusnya kalian duluan yang harus membunuhnya"wajah kesal tuan rof membuat semua pahlawan terdiam. "Jadi apa tujuan ku berada disini,woi bocah siapa namamu?"aku melihat anak kecil yang duduk di singsana. Semua orang terkejut melihatku, sedangkan anak kecil itu langsung tersenyum kecil "namaku adalah albert walfard, salam kenal tuan reiji, dan nona lily"dia tersenyum melihatku dengan lily. "Salam kenal juga"aku menghormati dia. "Jadi tuan pahlawan... "Dia terhenti. "Raja usir saja dia, apa yang membuatmu ingin sekali membiarkan dia tetap tinggal disini"kata bangsawan gendut. Anak keci itu gemetaran, "benar"anak kecil itu mengepalakan tangan kanannya. "Kau dengar pergilah dari sini "laki-laki berambut merah tersenyum mengejek. "Baik aku pergi dulu, ayo lily "aku memegang tangan kanan lily,membuat lily senang melihatku. Tuan rof terkejut dan mencoba menghentikanku, mendadak pintu singsana terbuka. Aku melihat orang berbaju zirah seperti pemimpin prajurit merantai,kadal bertubuh manusia. "Tuan telah kembali"semua orang senang melihat orang tersebut. Aku terhenti di depan pintu singsana untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. "Tuan"lily gemetaran sambil menyentuh tangan kananku. "(Lily ketakutan!) "aku terkejut karena melihat lily untuk pertama kalinya ketakutan. "Apa-apaan ini lepaskan aku"kata manusia kadal berwarna merah. "Apa salah kami "kadal berwarna hijau meronta-ronta mencoba melepaskan rantainya. Pemimpin prajurit tersenyum beserta dengan tangan kanannya, "lihat monster ini, dia telah membunuh banyak orang untuk menguasainya wilayah kita maka kita akan mendeklarasikan perang pada lizard man"dia menunjuk kadal itu. Semua orang terkejut mendengar perkataan pemimpin prajurit itu. "Kami tidak melakukan apapun lepaskan kami.... "Dia terkejut karena melihat Rantai di lehernya lepas. "Apa? "Kadal berwarna merah binggung. Wakil pemimpin prajurit tersenyum jahat melihat kadal itu. "Lihat dia ingin menyerang raja"laki-laki itu menujuk kadal itu. "Huh, apa maksudmu? "Lizard man binggung. Raja agak ketakutan semua pahlawan telah mengeluarkan pedangnya ke arah lizard man, "apa-apaan ini kalian"dia beteriak. Mendadak dengan kecepatan tinggi, pemimpin prajurit mengarahkan pedang ke lizard man, "(apa kami akan mati disini) "lizard man melihat lehernya sudah sedilit lagi terkena pedang. "Dorrr"aku menembak s*****a pemimpin prajurit dengan pedang pistolku. "Tembakan kedua akan berada di dahimu k*****t"aku menatap mereka semua sekaligus dengan skill intimidasi. Lily memelukku tubuhku karena takut melihat, detik-detik leher lizard man putus. "Apa'an ini siapa kau! "Dia meneriakiku. Aku menggunakan skillku"walking fast "tepat di depan wajahnya, "grap"aku mencengkram kepala pimpinan prajurit, "'bakkk"aku membantingnya membuat dia terpingsan. Semua terkejut melihatku, "jika kalian semua berani menyentuh mereka berdua, sudah aku pastikan kalian mati"aku dengan tatapan kesal, "paman baik-baik saja"aku melihat kedua lizard man. "Huh... Paman"lizard man berwarna merah binggung. "Terima kasih tuan"kata lizard man berwarna hijau. Aku melihat albert yang masih agak ketakutan, "woi bocah jangan hanya menjadi boneka saja"aku kesal melihatnya sambil mencengkram kerah bajunya. Dia terdiam melihatku sekaligus matanya yang tadi mati mendadak mulai hidup. "Woi kau...."pahlawan terdiam karena aku melempar pisauku ke kakinya. "Kau bisa diam tidak"aku menggunakan skill intimidasi level 10 membuat dia terpingsan, "apa ada yang masih ingin bicara "aku menatap mereka semua. Semua bangsawan terdiam ketakutan, dan akhirnya pertemuan dengan raja berakhir. Aku dan lily sekarang ini berada di ruangan tuan rof bersama 2 lizard man. "Terima kasih banyak tuan"kata lizard man bewarna hijau. Aku dengan tatapan tenang, "tidak usah dipikirkan, aku tidak ingin lily melihat hal seperti itu"aku mengelus kepala lily, "jadi siapa orang tua menyebalkan itu "kataku. "Dia kepala prajurit bernama xerx will salah satu bangsawan juga"kata rof sambil nada kecewa, "jika saja kau tidak menghentikan serangannya tadi mungkin saja mereka berdua akan mati"rof melihat lizardman. "Jadi kenapa kalian sampai di rantai? "Aku binggung. "Kami tidak menyerang manusia, kami di culik dengan mereka "wajah kesal lizard man merah. "Jadi bisa di bilang mereka mencoba mendeklarasikan perang, ya paman"aku melihat lizard man. "Paman astaga, umurku baru 15 tahun "lizardman merah mengelus kepalanya. "Eh, kita seusia dong "aku menunjuk diriku sendiri. "Huh, kau seusia dengan kami"kata lizardman hijau. "Baiklah kalau begitu, atas permintaan maaf kerajaan diamond kami, akan membebaskan kalian dan membiayai 100 koin emas,untuk persediaan kalian sampai di desa kalian"rof menyerahkan koin emas ke lizardman. "Terima kasih"kata lizard man merah. Aku duduk dan masih berpikir, "tuan rof kenapa raja,kerajaan ini anak kecil"kataku. "Maaf bisa kalian mendengar ceritaku yang cukup panjang ini"dia mengepalkan kedua tangannya. Aku mengangguk paham, diikuti semua yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi di kerajaan diamond. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD