Awal dari segalanya

942 Words
Aku berjalan di alun-alun kota namun,"(nampaknya pakaianku terlalu mencolok,padahal ini baju sekolah)"kataku sambil melihat semua penduduk kota dengan tatapan bingung. Tak sengaja Aku melihat toko yang pakaian, "pas sekali "aku masuk ke dalam toko tersebut. "Ting-ting"bunyi lonceng tamu saat aku membuka pintu, "selamat datang"wanita dengan pakaian penjahit tersenyum melihatku, namun dia binggung melihatku mungkin karena pakaian ini. Aku medekati wanita tersebut namun dia masih binggung melihat pakaianku, "oh selamat datang tuan"wanita tersebut menghormatiku. "Apakah ada baju yang cocok untukku? "Aku binggung karena tidak pandai memilih pakaian. Wanita tersebut mengukur semua tubuhku, dari tinggi badan ,besar bahu ,lenganku, dan pinggang. "Anu apakah tuan penyihir? "Wanita tersebut melihatku. "Bukan? "Aku binggung dengan perkataannya barusan. "Oh, aneh juga biasanya penyihir berambut hitam? "Dia bepikir, "maaf perkataanku barusan tidak sopan tuan"dia menunudukan kepalanya. "Tidak usah dipikirkan"kataku Dia tersenyum melihatku, dan langsung mengambil pakaian di dalam ruangannya, "bagaimana dengan ini! "Dia mengeluarkan baju berjubah tundung hitam dengan sarung tangan, baju dan celananya. "(Kenapa hitam) "aku menyentuh baju ini. Wajah senang wanita tersebut melihatku, "bagaiamana Bagus kan"kata wanita tersebut. "Baik aku ambil"aku berjalan ke tempat ganti pakaian ,tak beberapa lama selesai aku menganti pakaiannya. "(Aku mirip penyihir) "aku menggunakan tudung kepalaku. "Cocoknya"wajah senang wanita tersebut. Dia tersenyum ke arah aku dan mengecek seluruh tubuhku, "anu... "Aku binggung melihat dia. "Maafkan aku tuan..... Kalau boleh tahu siapa nama anda? "Dia melihatku dengan tatapan binggung layaknya melihat sesuatu yang berbeda. "Aku reiji muramasa"kataku. "Aku kate marry, salam kenal tuan reiji"kate tersenyum melihatku. Aku tersenyum kecil melihat kate, "klink"aku mendengar bunyi aneh di kepalaku mendadak ada papan info menunjukkan di belakang kate. Aku mendekatinya dan mendadak ada tulisan. -long sword rank f aku menyentuh mengambil pedang itu. "Oh itu hanya pedang tua, tuan reiji"kate melihat pedang yang aku pegang. "Emmm, boleh pedang ini aku pinjam kate san"kataku. "Ambil saja, lagipula itu hanya pedang tua tidak ada orang yang tertarik dengan, pedang itu"kate tersenyum melihatku. "Jadi, berapa harga pakaiannya"aku mengeluarkan uangku. "15 koin perak"kate tersenyum melihatku. "Oke baiklah terima kasih(aku belum mengerti soal keuangan di dunia ini, dan juga sekarang uang yang aku pegang hanya tinggal 100 koin perak) "aku menyerahkannya 15 koin perak. "Terima kasih,oh ya kalau kau mau tahu 100 koin perak setara dengan 1 koin emas"kate tersenyum senang. "Eh.... "Aku binggung karena perkataan kate san. "Aku bisa membaca pikirkan orang, dan juga kenapa orang seusiamu tidak mengerti soal keuangannya aneh juga?"kate binggung melihatku. "Begitu ya, kate san biasanya orang bekerja disini sebagai apa? "Kataku. Kate bersender di meja, "banyak pekerjaan di kerajaan ini dari pedagang, ahli pembuat s*****a dan baju zirah, tapi yang paling menonjol menjadi petualang"kate tersenyum senang. "Begitu ya"kataku. Kate tersenyum melihatku, "kamu tertarik menjadi petualang ya, kalau iya aku beritahu dimana lokasi guild dan tempat yang cocok untuk berburu"kata kate. "Tidak juga kate san"aku menyilang lenganku. "Emmmm, baik aku beritahu kalau kau tertarik bergabung dengan guild paling tidak kau harus menunjukan buruanmu"kate tersenyum senang. Tak beberapa lama kate memberiku peta hutan yang menunjukan daerah monster yang kuat dengan yang lemah, jika tandanya berwarna biru berarti itu daerah yang aman sedangkan yang berwarna merah adalah monster dengan kekuatan setara pasukan iblis, kate melarangku pergi ke tempat yang berwarna merah. "(Lagi pula mana mungkin aku mau mati konyol) "aku tersenyum kecil, "(tapi terima kasih kate san sudah memberiku tas ini) "aku tersenyum sambil menyentuh punggungku. Aku mendengar suara semak-semak yang begerak dan, "krakkk"seekor kelinci dengan dua tanduk mencoba mengigitku. "Slashhh"kepala kelinci terputus, aku membersihkan darah di pedangku. "Hampir saja ternyata hutan ini cukup berbahaya"mendadak aku mendengar suara, "klink, exp 10" aku melihat papan statusku yang berbunyi. Aku mengkulit kelinci tersebut sambil mengambil daging, dan kulitnya. "Emmm,apa ini"saat aku merobek d**a kelinci terasa benda keras,"benda apa ini?"aku mendapatkan batu hitam kecil, Klink. -core white walk tingkat d. -skin white walk tingkat d. -horn white walk tingkat d. yang tertulis di papan info. "Berarti hanya dagingnya saja yang tidak di beri tingkat ya"aku melihat daging kelinci ini. Mendadak aku merasakan sesuatu baunya seperti darah, "bumssss"aku menghindari serangannya dan melihat beruang merah dengan tanduk seperti kambing dengan mulut di penuhi darah. "Mahluk apa kau ini, jangan-jangan di terpancing bau darah"aku menyimpan core tersebut di tasku. "Growrrrr"dia megaum ke arahku. "Menyebalkan sekali"aku mendekati dia dan mencoba menusuknya dari depan namun, "trasshhhh"kukunya beradu dengan pedangku. Aku termundur sampai 5 meter,"kuat juga dia"aku melihat pedangku yang hampir patah. Aku melompat dan berada di atas dia dan, dia mengarakan cakarnya ke arahku "aku sudah menduganya bodoh"aku tersenyum kecil, "slashhh"aku memutuskan tangan kanannya. Aku menjaga jarak padanya karena, "(aku tidak menyangka pedang ini bisa patah, sekeras apa tulangnya) "aku melihat dia yang bersiaga untuk mencoba menerkamku. Dia belari ke arahku, dan aku menghindarinya walaupun tangan kiriku terkena cakaranya, "srashhh"aku menusuk lehernya dengan ujung pedangku yang patah, "cepat mati saja"aku meneriaki dia, dan menusuknya dengan pegangan pedangku, ujung pedangku masuk ke dalam lehernya membuat dia langsung mati. "Huh.. Huh.. Huh.., apa'an dia ini kuatnya "aku dengan nafas terengah-engah. klink,exp 1000. bunyi papan informasiku. "Info"mendadak papan informasi menunjukan statusku, "level 5 ya, cepat juga"aku melihat beruang tersebut. Aku mendekati dia dan langsung mengulitinya, Klink. -core demon bear tingkat b. -kulit demon bear tingkat b. -fang and tooth demon bear tingkat b. aku terkejut karena tingkatnya, "ternyata dia benaran kuat, pasti dagingnya tidak ada tingkat"aku mendengar suara. -klink,meat demon bear tingkat a. aku melihat papan informasiku. "Berarti daging ada tingkat juga"aku berpikir, "tapi yang paling utama nampaknya aku harus keluar dari hutan ini dulu"kataku. Aku sudah membawak semua barang buruanku,yang ternyata sudah terisi penuh membuat tasku cukup berat. "Kulitnya tidak muat,aku menaruh kulit beruang di bahuku. Aku pun berjalan meninggalkan hutan ini, agak cepat agar tidak ada monster yang menyerangku. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD