Aku telah keluar dari hutan dan melihat penjaga yang menjaga gerbang utama kerajaan.
Dia terkejut melihatku sekaligus gemetaran,"(mungkin dia takut dengan darah ini)"aku melihat pakaianku dengan bercak darah.
Dia melotot melihatku,"tuan apakah baru berburu"dia menunju kulit demon bear.
Aku melihat kulit demon bear,"iya memang kenapa tuan?"aku binggung.
Dia gemetaran sambil menujuk kulit demon bear terus,"ini uangnya 1 koin perak"aku menaruh uang di tangan penjaga gerbang tersebut.
Aku berjalan biasa saja namun entah kenapa penjaga itu terus melihatku.
Aku berjalan menuju guild namun menjadi pusat perhatian karena, aku membawakan kulit demon bear dengan cipratan darah di bajuku.
"Ma,bukannya itu... "Anak kecil menunjukku.
"Sudah jangan dilihat"ibu tersebut menutup mulutnya.
Aku binggung melihat semua orang yang terus menatapku, "(aneh sekali, bukannya bajuku sudah berbeda, jadi apa yang mereka lihat) "aku menatap mereka semua dengan tatapan dingin.
Merek memalingkan pandangannya dan langsung melalukan aktivitas biasanya.
"Ini tempatnya"aku melihat kertas kecil yang sudah di tulis kate, denah lokasi guild, "(crimson guild) "aku melihat papan nama yang besar.
Aku masuk ke dalam guild yang cukup ramai, di penuhi orang berbaju zirah, wanita dengan tongkat seperti penyihir dan ada juga yang menggunakan dua belati.
Mendadak semua terkejut melihatku,aku tidak memperdulikan mereka semua dan langsung ,berada di tempat pelayanan guild, "ting"aku membunyikan bell kecil.
"Selamat da....... Eh! "Pegawai wanita terduduk melihatku.
"Permisi kak, aku menjual ini"aku menunjukan kulit demon bear.
Dia gemetaran melihatku, "akan aku panggil ketua! "Dia beteriak dan meninggalkanku.
"(Ada apa dengannya, jangan-jangan hewan ini tidak laku sama sekali)"aku melihat kulit demon bear.
Mendadak semua petualang wanita berbisik-bisik, "siapa dia, kenapa bisa dia membawak benda itu?"kata wanita dengan pakaian seperti penyihir.
"Dia pasti petualang juga, tapi aku tidak pernah bertemu dengan orang sepertinya "kata wanita dengan belati.
"(Mereka ini membicarakan apa?) "aku dengan tenang menunggu pegawai guild tersebut.
Tak beberapa lama dia datang dan langsung ,"tuan bisakah anda masuk ke ruangan ketua guild "dia tersenyum agak gemetaran.
"Anu apakah ini bisa di jual,kalau tidak aku pergi saja"aku menunjuk kulit demon bear.
Mendadak semua orang terkejut mendengar perkataanku barusan.
"Apa dia ingin menjual itu, apakah dia bodoh"wanita dengan belati melihatku.
Aku menatapnya dengan tatapan dingin dan agak kesal, "(siapa yang kau panggil bodoh!) "kataku dalam hati.
Dia memalingkan pandangannya dan bersiul, "anu jangan pergi dulu, itu bisa di jual "dia mengangguk-angguk sangat cepat.
"Begitu ya"kataku.
Aku dan pegawai wanita guild tersebut masuk ke dalam ruangan ketua guild, "selamat datang tuan "laki-laki berambut kuning tersenyum melihatku.
"(Eh, apa itu?) "aku binggung karena melihat telinganya yang panjang.
Ketua guild menyuruhku duduk, dan pekerja guild membuatkan teh untukku, dia melihat kulit demon bear taring dan cakarnya.
"Tidak salah lagi ini demon bear"ketua guild tersenyum melihatku.
"Oh ya aku mau menjual ini juga "aku mengeluarkan kelinci yamg aku buru barusan.
Wajah datar ketua guild melihat kelinci ini, "ini tidak bisa di jual ya"aku menunjuk kelinci ini.
"Bisa kok, walaupun itu murah"ketua guild tidak tertarik melihat kelinci ini.
"Begitu ya teserahlah, aku jual juga ini"aku menaruh kulit kelinci dan tanduknya.
Dia mengarahkan tangannya ke arahku, "tapi aku akan membeli mahal kulit demon bear, dengan cakar dan taringnya"ketua guild tersenyum melihatku.
"Begituya baik tidak masalah, tapi aku ambil 2 cakar, dan 2 taringnya,dan sedikit kulit nya"aku dengan tatapan tenang.
"Sepakat, aku akan memberimu 10 koin emas"ketua guild bertepuk tangan.
Pegawai wanita di guild tersenyum melihatku sambil mengeluarkan kertas dan penah bulu.
Aku bingung melihat kertas ini, "apakah anda tertarik bergabung dengan guild kami"ketua guild tersenyum melihatku.
Aku dengan tenang dan meminum teh yang barusan di buat pegawai wanita ini.
"Tidak, aku tidak tertarik"kataku.
Ketua guild, dan pegawai wanita terkejut karena perkataanku barusan, "apa kenapa anda menolaknya jika, anda tertarik anda akan langsung di peringkat c petualang"kata ketua guild.
"Aku tidak tertarik, tapi apakah aku boleh menjual buruanku disini "aku dengan tatapan tenang.
"(Sayang jika aku melepaskan orang seperti dia, kalau begitu) maaf tidak bisa kami, tidak membeli barang dari bukan anggota guild"dia tersenyum melihatku.
Wajah terkejut pegawai guild karena perkataan ketua guild, "begitu ya, ya sudah aku menjualnya di tempat lain"aku mengambil kembali taring dan cakar demon bear.
"Tunggu-tunggu baik kau bisa menjualnya!"ketua guild terkejut.
"Tadi katanya enggak boleh"aku dengan tatapan datar.
"Maaf aku bercanda"dia tersenyum malu melihatku.
Aku dengan tatapan datar,termasuk pegawai guild tersebut.
"Namaku marc story ,Kalau boleh tahu siapa namamu tuan? "Ketua guild tersenyum melihatku.
"Reiji muramasa"aku menundukan kepalaku.
"Dan juga wanita yang di samping ini adalah wakilku"tuan marc menunjuk pegawai di belakangnya.
"Namaku ceres gres salam kenal"wakil ketua tersenyum melihatku.
"Salam kenal juga"aku tersenyum kecil.
Tak beberapa lama setelah aku mendapatkan pembayaranku, "reiji tunggu"marc menghentikanku.
"Ada apa kak marc?"aku binggung.
"Pedangmu apakah, kau menghabisi demon bear dengan itu "marc menunjuk pedangku yang patah.
"Emmmm, iya memang kenapa? "Aku binggung.
"Bolehkah aku melihatnya "marc mengulurkan tangannya.
"Info,broken long sword rank f"marc terkejut melihat informasi senjataku, "(apa ini hanya rank f bagaimana bisa dia membunuh demon bear) "marc melotot melihatku.
"Itu pedang pinjaman"kataku.
"Eh.... Ehm-ehm jika kau tertarik menjadi anggota guild kami, mungkin sekarang ranking mu adalah B ,pahlawan saja baru hari ini masuk menjadi anggota dan dia rank C kau pasti tertarik kan"wajah senang marc.
"Sudah aku bilang enggak butuh "aku dengan tatapan datar, "(aku tidak menyangka akira sekarang menjadi anggota guild) "aku dengan tatapan tenang.
"Ya sudahlah kak marc, kak ceres aku duluan"aku keluar dari ruangan mereka.
Wajah terkejut mereka berdua melihatku, "hahahah,anak yang menarik dia ya"marc tertawa.
"Baru pertama kali ada orang yang memanggil kita kakak"ceres tersenyum lucu.
Saat aku keluar, aku di dekati tiga wanita dengan baju penyihir, zirah, dan dua belati.
"Jadi kamu ini siapa petualang baru ya"wajah senang wanita bezirah.
"Aku tidak menyangka ada orang mengalahkan demon bear"wanita dengan belati tersenyum kecil melihatku.
"Emmm"wanita dengan baju penyihir dengan wajah tenang, namun tersenyum kecil.
Aku diam saja dengan tatapan tenang, mendadak "bukk"aku mendengar ada orang yang memukul meja.
"Woi anak baru jangan sombong dulu, karena telah mengalahkan demon bear ya"wajah kesal laki-laki dengan zirah merah seperti brandalan.
"Kau pergilah jangan gangu dia"wajah kesal wanita dua belati.
"s**l,jangan sombong dulu karena telah dilindungi rank B ya,dilihat seperti ini aku rank C jangan meremehkanku!"wajah kesal laki-laki tersebut dan mendadak 5 temannya tersenyum jahat melihatku.
"s****n kau...."wajah kesal wanita dengan belati.
Aku menghentikan wanita dengan belati yang mencoba menyerang 5 pria tersebut.
"Kalau kalian tertarik ayo keluar "aku menunjuk pintu masuk guild.
Mereka semua mengikuti dari belakang, dan akhirnya di depan kantor guild banyak orang melihatku dengan lima laki-laki tersebut.
Aku melepaskan jubahku, "ayo majulah kalian semua "aku dengan tatapan dingin.
"s****n"dia beteriak dan, "bukkk"aku memukul wajahnya membuat dia langsung terbaring.
Mereka semua terkejut melihatku dan langsung menyerbuku,"bukkk-bukkk"aku memukul titik kelemahan mereka semua.
Orang yang tadi menantangku, melihatku yang berada di atasnya, aku dengan tatapan tenang melihatnya.
"Siapa kau, kau bahkan lebih kuat dari rank B"wajah kesal dia.
"Kau menyebalkan, aku bukan petualang dan juga aku bisa melihat titik kelemahan kalian bodoh sekali!"aku berjalan meninggalkannya.
"Anak itu kuat sekali "kata wanita belati.
"Kalau tidak salah mungkin usia kalian berdua sama"wanita belati tersenyum mengejek.
Wajah kesal wanita penyihir dan zirah"berisik!"kata mereka berdua.
Bersambung.