Tak terasa langit sudah gelap anak-anak telah kembali ke dalan rumahnya, bersama ayah dan ibunya.
Aku terhenti di depan toko kate, saat aku masuk ke dalam tokonya.
"Oh reiji selamat datang......eh"kate terkejut melihat jubahku yang penuh darah, "apa yang terjadi padamu! "Kate terkejut melihatku.
"Aku habis berburu dan juga"aku menundukkan kepalaku sambil menyerahkan pedangnya yang patah, "maafkan aku, aku merusaknya"kataku.
Kate binggung melihatku, "huh, astaga jangan terlalu dipikirkan ayo kita makan malam"kate tersenyum melihatku.
Aku binggung karena perkataan kate barusan, "kau tidak ada tempat tinggalkan, tinggal saja disini lagipula ada kamar kosong kok"kate tersenyum mengejek karena dia bisa membaca pikirkan.
Aku mengelus kepalaku namun di menghentikanku, "mandi dulu, biar aku yang mengurus pakaianmu"kate tersenyum senang.
"Baik"aku melepaskan bajuku tak sengaja aku menjatuhkan cakar demon bear.
"Apa ini? "Kate mengambil cakar demon bear, "astaga bukannya ini demenyerangku demon bear bagaiaman kau mendapatkan ini reiji"kate terkejut.
Aku menunjuk ke dalam tas pemberian kate, "astaga bukan nya ini daging ini kualitasnya sangat Bagus pasti enak"kate tersenyum senang.
"Itu untukmu kate san"aku masuk ke dalam kamar mandi.
"Eh..... Hem anak aneh ya reiji"kate tertawa melihatku.
Aku berendam di air, aku melihat bekas lukaku yang masih ada"sakit juga"aku menyentuh luka bekas cakaran demon bear.
"Info"aku melihat statusku, "aku sekarang level 5,job belum ada, julukan belum ada, dan skill one slash.... Tunggu ada skill"aku melihat skill one s***h.
Aku bepikir, "jangan-jangan karena levelku naik mungkin"aku masih binggung.
Tak beberapa lama aku selesai mandi kate san telah menyiapkan makan malam, "cepat makan masih hangat"kate tersenyum melihatku.
Dia tak sengaja melihat bahuku yang robek karena cakaran demon bear, "kenapa tanganmu terluka tidak bilang-bilang "kate khawatir, "healing "kate mengeluarkan sihirnya yang berwarna putih.
Aku melihat lukaku yang hilang sedikit demi, sedikit "sudah tidak terasa sakit lagi"aku mengerakan tanganku.
"Lain kali kalau terluka bilang saja, dan juga kenapa kau masuk ke wilayah peta yang merah"wajah kesal kate.
"Aku tidak tahu, padahal aku masuk ke wilayah biru seperti yang disuruh namun mahluk itu,datang dan langsung menyerangku?"aku binggung.
"Ternyata memang betul, ada petualang bodoh yang mencoba menangkap demon bear tapi aku tidak menyangka kau sekuat itu padahal kau masih level 1"kate tersenyum senang, "paling utama ayo cepat makan"kate tersenyum dan senang sambil membuatku duduk di kursi.
Aku melihat hidangan daging yang nampaknya lezat, "enak"aku mengunyah pelan makananku.
"Hahaha,senangnya"wajah senang kate.
Tak beberapa lama kami selesai makan dan kate menyiapakan teh untukku.
"Begini reiji bagiamana kalau kau tinggal disini saja, soalnya kalau kau tidur di penginapan memerlukan 2 koin perak dan tanpa makanan"kate tersenyum melihatku.
"Begitu ya"aku meminum teh disini, "kalau begitu aku tinggal disini selama 3 bulan ya kate san"aku menaruh 1 koin emas.
"Eh, kau dapat uang sebanyak ini dari mana"kate terkejut melihat koin emasku.
"Oh itu, aku menjual beruang itu dengan harga 10 koin emas"kataku.
"Begitu ya, hahaha lagi pula yang tinggal di rumah ini hanya aku dan suamiku saja"kate tersenyum senang.
"Kate san sudah menikah"aku dengan tatapan datar.
"Iya, dia orang terkenal kapten dari kerajaan ini Leo melodic"kate bergaya keren.
"Sekarang dia dimana? "Aku binggung.
"Oh dia ada misi, untuk menghindari peperangan antar kerajaan tetangga dengan pasukan revolusi"kate agak khawatir.
"Kate san"aku menyentuh tangannya.
"Hahaha, kamu ini mau menghibur orang lebih tua ya dasar padahal masih 15 tahun"kate tersenyum mengejek.
Waktu berlalu aku sekarang berada di kamar kosong yang nampaknya belum pernah dipakai, aku menyentuh kasur yang bersih tanpa sedikitpun debu.
"Bagiamana nyaman kan, sebenarnya suatu hari nanti jika kami punya anak ini kamar miliknya"kate menunjuk dadaku, "selamat tidur reiji"kate san tersenyum senang.
Aku berbaring di kasurku sambil melihat atap kamarku, "kate san ternyata baik sekali ya"aku tersenyum kecil.
Aku merasa mengantuk dan akhirnya tertidur, mendadak aku merasakaan tubuhku panas dan merasakan sesuatu yang mengalir dengan sangat deras, ''evolution power"papan skill menunjukan pemberitahuan kepadaku.
Aku merasakan mentar pagi mengenai mataku membuat aku tersadar, aku turun ke bawah untuk mandi.
"Sudah bangun mandi dulu ya, nanti baru kita sarapan sama-sama(ada apa dengan rambutnya nanti saja aku tanya)"kate tersenyum senang.
Waktu berlalu aku sudah selesai mandi dan makan bersama dengan kate san.
"Oh ya reiji kenapa rambutmu ada yang berwarna putih"kate menyentuh rambutku.
"Iya juga, aku tidak tahu ya sudahlah tidak usah dipikirkan"aku tidak terlalu memperdulikan hal yang aneh pada tubuh ku.
Kate tersenyum melihatku, "oh ya soal pakaianmu itu, kamu pakai ini dulu "kate menyerahkan baju putih, yang mirip prajurit.
Aku binggung melihat pakaianku, aku dengan tatapan datar dan langsung ketempat ganti pakaian.
Tak beberapa lama aku selesai memakai bajuku, dan armornya juga "pas sekali"wajah senang kate.
"(Kemarin hitam sekarang putih) "aku melihat pakaianku.
"Hihihi, itu pakaian suamiku saat masih menjadi prajurit biasa"kate tersenyum melihatku.
"Huh.... "Aku bingung.
Namun kate masih tersenyum senang melihat pakaianku, "(dia mirip dengan Leo) "kata kate dalam hati.
"Baik aku pergi dulu kate san"aku melambaikan tanganku.
"Selamat jalan"kate tersenyum sambil melambaikan tanganku.
Aku berjalan menuju guild untuk menanyai pembuat s*****a karena, senjataku hancur kemarin.
Aku masuk ke dalam guild mendadak aku menjadi pusat perhatian karena kemarin aku berhasil memburu demon bear.
"Ting"aku membunyikan bellku,ceres keluar dan tersenyum melihatku.
"Selamat datang reiji, apa yang kamu inginkan hari ini"ceres tersenyum melihatku.
Aku dengan tatapan tenang, "ceres san apakah kau tahu tempat pembuatan pedang"kataku.
"Pembuatan pedangnya...... Tunggu aku ingat ada satu costumer yang tertarik dengan demon bear, kalau tidak salah dia pengerajin s*****a"ceres tersenyum senang.
"Kalau begitu boleh aku tahu dimana rumahnya? "Kataku.
"Oke tunggu sebentar ya"ceres mencari informasi costumer di bukunya.
Mendadak pintu depan terbuka,aku melihat semua teman sekelasku berada di guild termasuk ketua kelas akira sue.
Di dikelilingi wanita petualang yang senang bersama nya tak sengaja kami berpapasan, aku tidak memperdulikannya dia pun langsung duduk bersama teman sekelas yang lain.
"Mereka party pahlawan mungkin jumlah ada 30 orang, aku merasa kesal karena mereka hanya menyerang monster lemah membuat petualang pemula kesusahan"wajah kesal ceres.
"(Dari armor yang mereka gunakan, nampaknya mahal dan kuat) "aku melihat semua teman sekelas dengan armor mengkilap.
"Apalagi kelompok laki-laki pahlawan, aku mendengar isu mereka sering ke rumah b****l"ceres membisikkanku.
"(Rumah b****l:adalah tempat prostitusi) "
"Itu hanya isu ceres san, jangan terlalu.... "Aku melindung ceres membuat tanganku lecet terkena benda tajam.
"Reiji apa tanganmu baik-baik saja"ceres langsung menggunkan sihir penyembuhnya.
"Woi keluarlah"aku kesal dan mendadak aku melihat teman sekelasku memiliki skill menghilangkan diri.
"Lama tidak bertemu reiji "wanita yang mungkin tidak, ingin aku temui.
"Baru satu hari kau bilang lamah, Apa maumu alice!"aku kesal melihat alice.
Bersambung