Aku dengan tatapan tenang melihat alice yang memakai dua belatinya, "(pasti dia assassin )"aku agak kesal karena sekarang ini tidak memiliki s*****a.
"Woi si penghianat kembali"wajah kesal teman sekelasku.
Mereka semua tersenyum mengejek dan mendadak akira mendekatiku, "kenapa kau berada disini reiji"akira kesal melihatku.
Aku dengan tatapan tenang melihat akira, sedangkan ceres san masih menyenbuhkan lukaku.
"Jawab aku, jangan membuat keonaran di tempat ini"akira mengeluarkan pedangnya.
Semua petualang disini terkejut, sekaligus merasa terganggu.
"Temanmu yang menyerangku! "Ceres kesal melihat akira.
Akira melihat alice, "dia mengatakan hal yang buruk pada kita"wajah kesal alice.
"Maafkan aku kalau begitu, reiji ayo kita berduel untuk menghormatimu disini karena telah mempermalukanmu"akira melihatku.
"Kau ini bicara apa sudah aku mau pulang"aku mengambil memo yang di berikan ceres san.
Akira agak kesal melihatku, "kau benar-benar sampah reiji ,jangan bercanda bukannya kau salah satu pahlawan kenapa kau begitu pengecut reiji"akira meneriakiku.
Aku terhenti, "kau tadi mengatakan aku apa"aku dengan tatapan tenang namun mengeluarkan aura yang mengerikan.
"Woi reiji jaga bicara dengan, akira"alice kesal melihatku.
"Ternyata benar kau pengecut"akira tersenyum mengejek.
Semua petualang tertawa dan memanasiku, "sekarang ini aku tidak memilki senjata...."aku terkejut karena aku memiliki belati di tangan kananku.
"Astaga,bocah nampaknya temanmu membuat masalah ya"aku melihat wanita dengan dua belati kemarin.
Mendadak kedua temannya datang yang menggunakan zirah dengan baju penyihir.
"Kau pakai itu"wanita dengan belati tersenyum melihatku.
Aku melihat teman sekelasku yang mungkin bertipe tanker "akira kau jangan membuat masalah dengan mereka berank A dan B"dia membisikkan akira.
"Maaf menganggu waktunya nona, tapi ini pertarungan kami "wajah serius akira.
"Jangan di pikirkan ayo bertarunglah aku tidak masalah sama sekali,( menyedihkan sekali semua armor yang kalian pakai menangis karena memiliki tuan seperti ini)"wajah kesal wanita belati.
Kami semua keluar dari guild dan melihat banyak orang yang menonton kami, "baik aku akan bertarung serius dengan pedang suciku ini"akira mengeluarkan pedang emasnya.
Aku dengan tatapan tenang dan langsung menggunakan kuda-kuda ku.
Mendadak akira menyerangku duluan, "tess"pedang akira beradu dengan belatiku.
Aku menahan cukup sulit karena pedangnya yang ternyata lumayan berat, "lightening sword"mendadak pedangnya mengeluarkan petir.
Aku langsung melompat dan menjauhi dia sampai 5 meter.
"Baru kali ini orang yang menantang berduel pedang menggunakan sihir"wanita dengan zirah kesal.
"Aku juga"wajah kesal wanita berpakaian penyihir.
Aku menghindar serangan petirnya yang mengejarku seperti ular, mendadak entah kenapa tanah yang aku pijak menjadi lumpur.
"s**l"aku mencoba menyeimbangkan tubuhku, namun petir tepat di depan wajahku, "one s***h"aku menggunaka skillku.
Petirnya tebelah dua membuat akira binggung dan, aku mengenai sedikit leher akira dengan belatiku.
"Aku menang"aku dengan tatapan tenang.
Dia menjatuhkan pedangnya,aku meninggalkannya dan tidak memperdulikan dia.
"Kau menggunakan kemampuan cheat kan"akira meneriakiku.
"Cheat apa maksudmu? "Aku binggung melihatnya.
"Kau memiliki kekuatan dewa kan, agar kau mudah mengalahkanku"akira menunjukku.
"Benar "teman sekelasku meneriakiku, "penghianat"mereka semua serempak.
Aku hanya diam saja dan mendadak wanita dengan belati di sampingku,"kalian semua memang lemah"wajah mengerikan wanita dengan belati, "kau pikir aku tidak lihat, kalian menggunkan cara curang untuk mengalahkan reiji, level 20 di kalahkan level 5 lucu sekali saking lucunya aku tidak ingin tertawa "wajah kesal wanita dengan belati.
"Ayo reiji kita pergi "wanita dengan belati menarikku.
Wajah kesal semua teman sekelasku ,tak beberapa lama kami sampai di tengah kota bersama mereka semua.
"Menyebalkan sekali apakah dia temanmu reiji"wajah kesal wanita dengan belati.
"Terima kasih untuk belatinya"aku mengembanlikan belati yang aku pinjam, "dan juga kalian semua ini siapa? "Aku dengan tatapan datar.
Mereka binggung melihatku, "mustahil kau bahkan tidak mengenal kami,bahkan kami sudah mengenalmu"wanita dengan belati kesal melihatku.
"Maaf aku tidak mengenal orang yang belum berkenalan denganku"aku dengan tatapan tenang.
"Astaga, baik namaku eris rank A"eris tersenyum melihatku.
"Lisa petualang rank B"wanita dengan zirah tersenyum senang.
"Marry petualang rank A"wanita dengan pakaian penyihir tersenyum kecil.
"Salam kenal reiji muramasa"aku menunduk kepalaku.
Mereka tersenyum senang melihatku, "jadi apa yang ingin kau lakukan hari ini"marry binggung melihatku.
"Aku mencari pembuat s*****a,apa kalain tahu dimana tempat ini"aku menunjukan alamat rumah.
"Eh, ini bukannya alamat rumahmu lisa"eris terkejut.
"Benar"lisa melihat alamat yang di tulis, "kalau begitu ayo kita pergi "lisa tersenyum senang melihatku.
Kami pun pergi menuju rumah lisa, yang ternyata "black smith nox"aku melihat papan nama.
"Permisi"eris membuka pintu.
Aku melihat laki-laki pendek berjanggut, "sudah pulang kau lisa cepatnya"orang tersebut tersenyum melihat lisa.
"Belum papa, ada pelanggan yang ingin membuat s*****a"lisa menunjukku.
"Paman,bisa tidak kau membuatkanku pedang panjang"kataku.
"Emmmm,mungkin agak sulit beberapa hari ini kami kekurangan bahan"wajah kecewa paman tersebut.
Aku menaruh taring,dan cakar demon bear di atas mejanya.
"Astaga"paman terkejut melihat bahan yang aku keluarkan.
"Bukannya itu taring, dan cakar demon bear kemarin"eris menunjuk bahan yang sudah aku siapkan.
Aku mengangguk, dan langsung menaruh satu koin emas.
"Kumohon paman "aku menundukan kepalaku.
Paman tersenyum senang, dan langsung mengambil palunya "baik siapa namamu bocah"paman menunjukku.
"Reiji muramasa"aku dengan tatapan tenang.
"Baik contract berhasil, namaku adalah max si pembuat s*****a sihir"paman tersenyum lebar.
Aku melihat lingkaran bercahaya mengitariku dengan paman, dan mendadak cahayanya redup kembali.
"Info sekarang kau memiliki skill pembuat s*****a"paman tersenyum melihatku.
Aku melihat statusku, "benar juga"kataku.
"Tapi aku tidak menyangka padahal kau berlevel 5 tapi bisa mengalahkan demon bear, putriku saja sampai terkejut"paman melihat lisa.
"Memang sulit ya, mengalahkan beruang itu"aku binggung.
"Bukan sulit lagi, paling tidak kau memerlukan 10 petualang rank b untuk mengalahkan satu saja"paman menarik nafas.
"Begitu ya"aku dengan tatapan tenang.
"Baik ayo kita mulai pekerjaannya"paman tersenyum lebar.
Bersambung.