Rania melihat keributan di depan rumahnya, ibu-ibu area komplek perumahan sini yang adu mulut. Rania pun mendekat dan berusaha melerai pertengkaran tersebut, ternyata masalahnya cuma hal sepeleh toh, hanya salah paham. Para ibu-ibu pun bubar, saat Rania ingin melangkahkan kakinya masuk rumah, seseorang memanggil namanya. Lebih tepatnya suara seorang wanita paruh baya. "Rania!" Degg. Suara itu? batin Rania. Rania masih ingat dengan jelas suara wanita itu, terdengar langkah kaki yang semakin dekat ke arahnya. "Rania," ulangnya lagi memanggil nama Rania. Rania berbalik badan dan bertatap muka dengan wanita yang dulu sangat dekat dengannya. "Hai, Tante Amel," sapa Rania pada wanita paruh baya itu yang bernama Amel. "Sayang, jadi ini benar kamu." Amel memeluk tubuh Rania. "Kamu apa

