Viona mengantarkan sang Mama ke mobil dengan wajah yang masih merengut kesal. Bayangkan saja, kegiatan panasnya dengan Raka harus tertunda karena kedatangan mamanya yang tiba- tiba. Yang lebih menyebalkan adalah, mamanya itu datang hanya untuk meminjam catokan rambut saja. “Bye, Mama pulang ya ...” ujar Emma seraya melambai- lambaikan tangannya. Viona pun ikut melambai- lambaikan tangannya sambil berkata, “Hati- hati.” Setelah mobil mamanya tak terlihat lagi, Viona pun lantas masuk ke dalam. Ia melihat Raka yang masih duduk di tempat belajar tadi sambil memainkan laptopnya. Karena sudah tidak mood, Viona memilih untuk masuk ke dalam kamar saja. Lagi pula ini sudah jam setengah dua, waktunya beristirahat dan tidur siang. Di saat mata Viona sudah mulai terpejam, tiba- tiba ia merasak

