Viona tidak pernah membayangkan akan ada diposisi seperti ini lagi. Ditinggalkan begitu saja oleh suaminya demi wanita lain yang sudah menjadi masa lalunya. Sakit? Jangan ditanya. Viona bahkan sudah meneteskan air matanya saat ini. Melihat suaminya yang berlari dengan pria itu membuat hatinya terasa seperti dicabik-cabik. Viona sengaja tak menahannya, karena ia ingin tahu, apakah suaminya itu benar-benar tega meninggalkan dirinya sendirian? Dan hasilnya, ia harus menelan kenyataan yang begitu pahit ini. Akan tetapi, Viona tak menyerah begitu saja. Ia berniat untuk menyusul suaminya karena ingin melihat apa yang akan terjadi di sana. Sambil memegangi perutnya yang tiba-tiba sakit, Viona mengerahkan semua tenaganya untuk berlari menyusul kedua pria itu. Dalam hatinya ia terus berharap,

