Hal pertama yang dilakukan oleh Viona saat bangun tidur adalah lari ke kamar mandi, lalu muntah-muntah di sana. Raka yang sedang berdandan di depan kaca sampai rela masuk ke kamar mandi lagi. Padahal dia sudah berpakaian rapi dan siap berangkat ke Kampus. “Keluarin semua,” ujar Raka seraya memijat tengkuk wanita itu. Selesai memuntahkan semua isi yang ada di dalam perutnya, Viona menyalakan kran wastafel untuk membasuh mulut sekaligus wajahnya. Lalu setelah itu, Raka membopongnya untuk kembali ke kasur lagi, dengan baju yang sedikit basah karena kecipratan air tadi. “Aku pengen masuk kuliah,” ujar Viona dengan suara lemasnya. “Dengan keadaan yang kayak gini?” tanya Raka, seraya melepas kemejanya dan menggantinya dengan kemeja yang lain. Viona mengerucutkan bibirnya kesal. “Hari in

