Berkat bujukan dari Ayah dan mamanya, akhirnya Viona mau diantar pulang ke rumah juga. Saat ini mereka sedang berada diperjalanan. Viona duduk di di belakang dengan mamanya, sedangkan ayahnya duduk di depan sendirian. Kemarin Raka juga sempat ke rumah Mama mertuanya lagi untuk menanyakan keadaan Viona. Ia tahu istrinya bersembunyi di sana, tapi ia memilih untuk membiarkan saja. Ia memberikan kesempatan pada wanita itu untuk menenangkan diri terlebih dahulu. “Ayo, turun.” Emma mengajak Viona untuk segera turun dari mobil ketika mereka sudah sampai di depan rumah. Namun Viona malah diam saja dengan wajah yang cemberut. “Kesalnya ditahan dulu. Sekarang kita fokus beresin masalahnya aja. Kita cari jalan keluarnya. Biar hati kamu bisa tenang, okey?” ujar Emma, seraya mengusap lembut rambu

