Pisah

1064 Words

“Vi, jangan kayak gini, Vi. Kita bicarakan baik-baik dulu. Kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya.” Raka berusaha menghalangi tangan Viona yang sedang memindahkan baju-bajunya ke dalam koper, namun Viona selalu menepis tangannya. “Seluruh anggota tubuh Esther belum bisa berfungsi dengan normal. Dia hilang ingatan, susah berbicara, dan kakinya belum lumpuh sementara. Satu-satunya orang yang dia ingat cuma aku. Orang tuanya udah nggak peduli, dan Angga juga nggak bisa 24 jam jaga dia terus. Aku bantu merawat dia bukan karena aku masih cinta atau karena punya niat lain. Aku cuma kasihan aja. Aku bayangin kalau misalnya aku ada diposisi dia. Waktu masih koma, semua orang berdoa buat kesembuhan dia. Giliran dia udah sembuh, semua orang pada ninggalin dia. Coba kamu bayangin, semenderita ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD