Sebuah penyesalan

1306 Words

Bug! Bug! Bug! Gisel memukuli tubuh Raka berkali-kali dengan tas yang dibawanya. Emosinya tidak bisa dikendalikan, saat mengetahui adiknya membawa pulang wanita lain ke rumahnya. Sementara itu, Ratna hanya bisa terduduk lemas di sofa dengan pandangan kosong. “EMANG ANAK NGGAK TAU DIRI LO! EMAK LO UDAH SAKIT-SAKITAN, MASIH AJA LO KASIH BEBAN!” teriak Gisel penuh emosi. “LO ITU ANAK ORANG TERPANDANG, RAKA! LO BAWA NAMA BESAR KELUARGA! KALAU LO BUAT MASALAH, MAMI SAMA PAPI YANG BAKAL KENA!” “Udah, Sel, udah ...” sahut Ratna dengan suara lirihnya. “Di keluarga kita, nggak ada orang yang berani marahin lo kecuali gue, kan? Itu yang bikin lo gede kepala. Dari kecil sampai sekarang, lo selalu diistimewakan. Nggak pernah dikasih teguran yang keras kayak gue sama Alda, makanya kayak gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD