BAB 106

1080 Words

Nina menepati janjinya. Mengajak Bryan makan di luar sepulang sekolah yang tempatnya di pilih sendiri oleh Bryan. Bryan tampak begitu lahap menyantap makan siangnya di depan Nina. Sedangkan Nina, hanya memesan kentang goreng dengan minuman s**u cokelat yang menjadi kesukaannya. Nina sesaat menyapukan pandangan ke setiap sudut cafe. Pengunjung sudah tidak terlalu ramai siang ini. Mungkin karena jam makan siang sudah dua jam berlalu, jadi cafe yang bernuansa klasik itu tampak sepi. Hanya ada beberapa meja yang terisi, sementara meja lainnya tampak kosong. "Lo gak makan bukan karena gak ada uang, kan?" tanya Bryan yang berhasil mengembalikan tatapan Nina kepadanya. Nina menggelengkan kepala, "Tadi di sekolah sempat makan sama Mikha, jadi masih kenyang. Jadi bukan karena gak ada duit!" t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD