Tiara membuka buku diarynya. Duduk sendirian di kursi belajar yang terletak di dalam kamar menghadap ke jendela yang terbuka. Desiran angin malam yang cukup dingin, membuat Tiara cukup merasa tenang setelah seharian hawa panas akibat masalahnya dengan Aden dan juga Metta membelitnya. Tiara tidak menyangka, kehadirannya membuat seseorang terluka. Buku diary yang menjadi saksi atas indahnya masa kecil bersama Aden, kini malah harus diam di kamar tanpa bertemu dengan sang pemberinya. Semula, Tiara ingin memberikannya pada Aden. Menunjukkan beberapa tulisan tangannya yan dia tulis semenjak berpisah dengan Aden. Semua kejadian yang dia alami di negeri orang, dia tulis di sana. Berharap Aden bisa membacanya dan merasakan suasana berbeda di sana. Namun sialnya, Tiara ternyata di hadapkan deng

