Bab 7

1145 Words
Chloe segera mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya begitu ia mendengar suara pintu kamarnya dibuka. Ia lalu mendapati Chris yang tengah berjalan ke arahnya seraya melepas jas yang masih melekat di tubuhnya. "Ah, lelah sekali," ucap Chris seraya menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, tepat di samping Chloe yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang. Chloe melepas kacamata bacanya lantas menutup bukunya dan meletakkan bukunya di atas nakas. Ia lalu menoleh ke arah Chris yang saat ini tengah menutup kedua matanya dengan lengannya. "Kau lelah?" tanyanya kemudian. Chris menarik lengannya yang menutupi kedua matanya lantas menatap Chloe. Ia kemudian menganggukkan kepalanya sebanyak dua kali sebelum menjawab pertanyaan Chloe. "Pekerjaanku banyak sekali. Benar-benar menguras tenaga." Chloe membulatkan matanya dengan wajah yang tampak berseri-seri. "Itu artinya kita tidak akan melakukannya malam ini, kan?" tanyanya dengan antusias. Chris terkekeh pelan sebelum menggeser tubuhnya sedikit ke atas untuk meletakkan kepalanya di atas bantal. Sudah satu minggu lamanya ia berada dalam atap yang sama dengan Chloe. Dan sekali lagi ia mengakui kalau ia tak rugi sama sekali membawa Chloe ke dalam hidupnya. Wanita yang satu ini sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah hadir dalam hidupnya. Chloe selalu saja bersikap blak-blakkan dan apa adanya sehingga ia dan Chloe mudah sekali akrab. "Kau terlihat senang sekali melihat aku yang lelah seperti ini." "Tentu saja aku senang. Dengan begitu, kita tidak akan melakukannya malam ini. Lagipula aku juga lelah karena pekerjaanku menumpuk saat di kantor tadi," sahut Chloe dengan senyum sumringahnya. Chris kembali terkekeh. Lihat lah tingkah wanita yang satu ini. Selama kurang lebih satu minggu ini, ia sudah terbiasa dengan perkataan Chloe yang selalu berterus terang dengan apa yang tengah dirasakannya. Wanita itu tidak pernah menutup-nutupi perasaannya sama sekali. Dan yang lebih hebatnya lagi, apa pun yang dikatakan Chloe selalu membuatnya tertarik untuk terus mendengarkannya. Ia tak merasa marah sama sekali meskipun wanita itu sering menyindirnya. Dan dalam waktu seminggu ini, mereka sudah melakukan seks sebanyak dua kali, yaitu pada hari pertama dan kedua setelah mereka tinggal dalam atap yang sama. Setelah itu, mereka hanya sering terlibat dalam sebuah obrolan ringan seperti sekarang ini karena Chris memang sedang sibuk-sibuknya. Chris yang saat itu baru mengetahui kalau Chloe masih perawan, sedikit merasa bersalah kepadanya. Namun, Chloe yang mengatakan kalau seks pertamanya sangatlah luar biasa, membuatnya sedikit tenang. Ya, wanita itu memang selalu mengatakan semuanya dengan jujur, termasuk hal seintim itu. Entah diletakkan di mana rasa malu wanita yang satu itu. Tetapi, hal itulah yang ia sukai dari Chloe. Namun, terkadang ia sering merasa berdosa kepada Chloe karena ia tak jarang membayangkan wajah Lori saat sedang b********h dengan wanita itu. Jujur saja, walaupun ia nyaman dengan keberadaan Chloe yang memang bertugas sebagai pengganti Lori, tetapi ia masih belum bisa menghilangkan bayang-bayang Lori dari hidupnya. Ia masih mencintai wanita yang sudah dikenalnya selama kurang lebih delapan bulan ini. "Tapi aku ingin melakukannya malam ini," ucap Chris dengan tatapan menggodanya. "Besok saja. Aku sedang tidak mood. Kembalilah ke kamarmu," tolak Chloe seraya mendorong tubuh Chris. Chris terkekeh pelan. Berada di dekat Chloe selalu berhasil membuatnya tertawa. Hal yang tidak pernah ia dapatkan dari wanita mana pun termasuk Lori. Chloe dan Lori adalah dua orang yang berbeda. Chloe selalu bersikap santai dan biasa saja saat bersamanya walaupun wanita itu sadar akan posisinya. Berbeda dengan Lori yang selalu terlihat enggan dan terpaksa saat bersamanya. Namun, jika disuruh memilih, ia akan tetap memilih Lori. Chris mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Ia lalu menatap Chloe yang kini tengah menatapnya dengan malas. "Kau yakin bisa menolakku?" tanyanya kemudian seraya memainkan alisnya untuk menggoda Chloe. "Tentu saja," jawab Chloe dengan gaya angkuhnya. "Bukannya kau berkata kalau aku hebat saat di ranjang?" bisik Chris tepat di telinga Chloe, bermaksud untuk terus menggodanya. "Kapan aku mengatakannya?" tanya Chloe tidak terima. Chris terkekeh pelan sebelum mengecup sekilas bibir Chloe. "Sudahlah, aku lelah. Selamat malam," ucapnya seraya beranjak dari atas ranjang. Senyum Chloe tampak merekah lebar di bibirnya. "Selamat malam," balasnya yang tampak bersemangat yang lagi-lagi membuat Chris terkekeh karenanya. "Ah iya, ini untukmu," ucap Chris seraya melemparkan flashdisk berwarna pink miliknya kepada Chloe. "Lihat dan pelajari isinya," tambahnya kemudian. Chloe mengambil flashdisk tersebut lantas mengangkatnya sampai sejajar dengan arah pandangnya. Ia lalu menatap benda tersebut dan menatap Chris secara bergantian. "Seorang pria macho memiliki flashdisk berwarna pink. Sulit dipercaya," gumamnya lebih kepada dirinya sendiri. "Aku membelinya karena itu flashdisk khusus untuk menyimpan file rahasia. Dan kau menjadi salah satu orang yang beruntung karena bisa melihat file rahasia seorang pria tampan dan kaya sepertiku," kata Chris seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Chloe. "Wah! Aku merasa terharu," ucap Chloe asal. "Aku akan melihatnya nanti," lanjutnya seraya menyimpan benda tersebut di dalam laci. "Jangan hanya dilihat, kau juga harus mempelajarinya." "Iya, aku akan mempelajarinya. Sudah sana keluar, aku ingin istirahat." "Ingat, kau harus mempelajarinya," ucap Chris sekali lagi sebelum benar-benar keluar dari kamar Chloe. Chloe memutar kedua bola matanya dengan malas. "Iya, aku akan mempelajarinya. Dasar cerewet." Chris terkekeh pelan sebelum menutup pintu kamar Chloe dan begegas untuk kembali ke kamarnya. Ia lalu tersenyum geli ketika membayangkan reaksi apa yang nantinya akan ditunjukkan oleh Chloe setelah melihat isi dari flashdisk tersebut.   ••••   "Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" tanya Chris yang baru keluar dari kamarnya. Chloe hanya menoleh ke arah Chris dengan wajah sinisnya sembari memakai sepatunya. Ia tak menjawab pertanyaan Chris sama sekali. Ia benar-benar kesal dengan pria itu. Bagaimana tidak, tadi malam setelah Chris kembali ke kamarnya, ia yang sangat penasaran dengan file rahasia yang dimaksud oleh Chris, langsung saja membukanya. Dan setelah ia membukanya dan mengetahui apa isinya, ia langsung menutupnya dengan perasaan kesal yang luar biasa. Ternyata file rahasia yang dimaksud oleh Chris adalah sebuah video p***o yang rasanya sudah tidak pantas untuk disimpan oleh pria seperti Chris. Pantas saja pria itu ngotot untuk menyuruhnya melihat sekaligus mempelajarinya. Chris benar-benar tidak waras. "Ini, aku kembalikan," ujar Chloe dengan sinis seraya menyerahkan flashdisk sialan itu kepada Chris. Chris menerima benda tersebut dengan bibir yang berkedut karena sedang menahan tawanya. "Kau sudah melihat dan mempelajarinya?" tanyanya kemudian sembari berusaha untuk menahan tawanya yang sudah siap untuk meledak. "Kenapa kau memberikan itu kepadaku?!" teriak Chloe yang sudah tak bisa lagi memendam rasa kesalnya terhadap pria yang satu itu. Tawa yang sejak tadi ditahan oleh Chris, akhirnya meledak juga. Ia tertawa terbahak-bahak. Ternyata reaksi yang diberikan oleh Chloe lebih dahsyat dari apa yang ia bayangkan kemarin. Sejujurnya, ia memperlihatkan file tersebut kepada Chloe hanya untuk menggodanya saja. Ia senang melihat wanita itu ketika sedang marah. Dan ia tahu jika file tersebut pasti akan membuat Chloe marah. "Kenapa memangnya? Kau memang harus mempelajarinya. Kau payah saat di ranjang," kata Chris setelah tawanya mereda. "Dasar tidak waras!" teriak Chloe seraya memukul tubuh Chris dengan tas tangan miliknya. Setelah itu, ia langsung melenggang pergi meninggalkan pria gila itu. Sementara itu, Chris kembali tertawa saat melihat Chloe yang kembali murka karenanya. Menggoda wanita itu merupakan hobi barunya. Rasanya benar-benar menyenangkan, pikirnya seperti itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD