Chapter 10

1007 Words

Semenjak pulang dari rumah sakit jiwa, Lamia tidak pernah disentuh oleh para suaminya. Bukan karena tidak mau atau hal lainnya, melainkan mereka menjaga Lamia agar tidak kembali mengalami trauma dan depresi. Malam ini, Lamia mengerang seperti menginginkan sesuatu. Lamia mengatakan pada Eden jika tubuhnya terasa panas, dan seperti membutuhkan sentuhan. Tentu saja hal itu membuat Eden tidak bisa menolak. Eden yang sudah menunggu cukup lama untuk bisa melakukannya dengan sang istri, kini mulai mengunci pintu kamar agar para suami lainnya tidak bisa masuk. Eden menyentuh Lamia tepat di bagian dadanya. Pria itu mencoba melihat reaksi Lamia saat ia memijat dan meremas dengan lembut. Benar saja, Lamia memang membutuhkan sebuah sentuhan yang bisa membuatnya kembali normal. “Sayang, apa kau ingi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD