rangga

479 Words
saat ini pikiran Fara sedang kacau karena berharap sang ibu mertua bisa menyayanginya seperti menyayangi Yola. Fara memutuskan untuk keluar rumah sekedar cari angin. Fara keluar rumah dengan menaiki sepeda motor. Fara pergi berkeliling di desa yang jalannya melewati persawahan. Fara sangat menikmati udara yang sangat segar di persawahan. disaat Fara sedang asik menikmati indahnya persawahan, tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggilnya. Fara langsung menghentikan sepeda motornya dan menoleh ke sumber suara tadi. dari kejauhan terlihat seseorang yang berjalan menghampiri fara.orang itu mengajak salaman Fara. Fara sangat mengenal orang yang ada dihadapannya itu . hai kak ada apa memanggil Fara? tanya Fara Ndak ada apa-apa Fara,lama tidak jumpa mari kita ngobrol sebentar. sahut Rangga rangga adalah menantu dari budenya Fara. oohhh iya kak mari, kita ngobrol di sini saja tempatnya bagus. Fara dan Rangga ngobrol ditepi danau dekat persawahan. Fara,sekarang ini kamu makin cantik saja? tanya Rangga biasa saja kak tidak ada yang berubah dari diriku. dari dulu aku tetap seperti ini.sahut Fara itu menurut kamu sendiri Fara, tapi tidak denganku. menurutku kamu itu makin hari makin cantik.sahut Rangga alahhh kakak ini.timpal Fara dengan wajah datar Fara,kamu tau tidak dari dulu aku sangat mengagumi dirimu. aku ingin kamu menjadi bidadari di hidupku.aku ingin dirimu menjadi ibu dari Tantri dan Deni. semenjak kepergian kakakmu, aku sangat mendambakan dirimu untuk penjadi pendamping hidupku dan untuk menjadi penyemangat hidupku. maukah kau Fara? tanya Rangga kak maaf kan aku ya, aku ini sudah mempunyai suami. jawab Fara kamu bisa melepaskan faikan Fara dan mari hiduplah bersamaku dan anak-anak. timpal Rangga tapi kak, maafkan diriku karena aku benar- benar tidak bisa untuk bersamamu. jawab Fara Fara mulai tidak nyaman dengan tingkahnya rangg. Fara segera pamit untuk melanjutkan bersepedanya. kak aku ada keperluan, jadi aku jalan dulu ya. pamit Fara kepada Rangga iya Fara, hati- hati ya sayang. jawab Rangga di jalan persawahan itu hati Fara tidak karuan rasanya. Fara benar- benar tidak menyangka kalau Rangga akan berbicara seperti itu kepadanya. Fara melajukan sepeda motornya untuk pulang saja.sesampainya dirumah. Fara langsung memarkirkan sepeda motornya di teras depan rumah. lalu Fara langsung berlari masuk rumah sambil mencari- cari keberadaan faikan. terlihat oleh Fara kalau faikan sedang ada di ruang tamu. Fara langsung memeluk erat tubuh faikan dari belakang. ada apa sayang? tanya faikan tidak ada apa- apa sayang. jawab Fara ya sudah kalau begitu mari kita mandi dan istirahat dikamar. tegas faikan Fara berjalan berdampingan dengan faikan. sesampainya di kamar,Fara menanyakan sesuatu kepada faikan. sayang seberapa besar cintamu padaku? masihkah kau menyayangiku dengan sepenuh hatimu? masihkah kau menyayangiku jika fisikku sudah berubah? pertanyaan apa sihhh ini sayang? aku akan tetap menyayangi dan mencintaimu saat ini dan nanti sampai maut memisahkan.jawab faikan sementara Fara tersenyum bahagia mendengar apa yang dituturkan oleh faikan. mari kita segera mandi dan lanjut istirahat sayang. besok masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. tegas faikan iya sayang.sahut Fara lalu Fara mengikuti langkah faikan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD