Jenggala datang mengunjungi kediaman orang tuanya atas permintaan sang ayah. Ada hal penting yang hendak dibicarakan dengannya. Ketika Jenggala sampai rumah, dia melihat ada papan bunga berukuran besar terpajang di dekat pintu gerbang. “Siapa yang kirim?” tanya Jenggala pada tukang kebun rumah orang tuanya saat menyambut kedatangan Jenggala. “Nggak tahu bapak, Mas. Tadi yang nganter mbak-mbak cakep.” “Tauan aja lo sama cewek cakep,” respon Jenggala sambil tertawa kecil. “Serius cakep, Mas.” Jenggala hanya tertawa lalu melanjutkan langkah masuk ke dalam rumah orang tuanya. Di dalam kondisi rumah mewah itu sepi seperti biasanya. Jenggala terus melangkah mencari keberadaan papa atau mamanya. Dia menemukan sang mama di dapur. “Hay, Mam,” sapa Jenggala lalu mencium kedua pipi maman

