Sementara itu kini Sembagi sedang berdiri di depan rumahnya untuk melihat lokasi kecelakaan yang menimpanya terjadi. Dia terus memandangi tempat datangnya mobil, lalu tempatnya berdiri hingga tempatnya terpental setelah ditabrak mobil. Dia memberi tanda pada posisi-posisi tersebut. Kemudian Sembagi masuk ke mobilnya dan mengemudikan mobilnya dari arah datangnya mobil yang menabraknya. Setelah itu Sembagi kembali ke tempatnya terpental. “Pengemudi itu mengemudi dengan kecepatan lebih dari 80 km per jam lalu berakhir menabrak trotoar. Kalau dia datang dari arah sana, dan menabrak titik ini harusnya dia akan berbelok di depan pagar sebelum gerbang rumah. Pengemudi yang kelelahan dan mengantuk dinyatakan berkemudi sambil tertidur membelokkan setirnya? Itu sangat aneh. Entah kenapa gue yakin

