Jenggala mengajak Sembagi mengobrol di ruang tamu rumah orang tuanya. Kebetulan kedua orang tua Jenggala sedang tidak ada di rumah. Sehingga Sembagi tidak bisa bertemu dan meminta maaf atas segala tingkah lakunya yang tidak menyenangkan beberapa waktu lalu. Terlebih ibu Jenggala yang pasti melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Sembagi sedang mengamuk di acara arisan sosialita yang diadakan di rumahnya beberapa waktu lalu. Betapa malunya Sembagi saat ini karena dia berulah di depan orang-orang yang bisa dibilang cukup penting dalam hidupnya. Sesaat setelah asisten rumah tangga mengantar minuman dan meletakkannya di atas meja Jenggala menyodorkan sebuah map tebal warna hitam di atas meja. “Tadi aku datang untuk memberikanmu itu,” kata Jenggala menggeser map tersebut ke hadapan Semba

