Saat ini Sembagi sedang berada di restoran tempat dia janji ketemuan dengan Bagio, pamannya. Dia rela menunggu hingga setengah jam lamanya karena pamannya itu masih ada urusan yang harus diselesaikan, demi bisa keluar dari rumahnya yang seperti neraka itu. Dia tahu saat ini pasti sedang banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikannya di rumah itu mengingat ada tamu penting yang katanya akan datang untuk makan siang. Dia bertekad pantang pulang sebelum pekerjaan rumah yang menjadi bagiannya dikerjakan oleh orang lain. Dia berpikir dengan alasan hendak menemui pamannya dia jadi memiliki banyak waktu berada di luar rumah. Akhirnya setelah menunggu selama setengah jam orang yang ditunggu-tunggu oleh Sembagi datang juga. “Paman! Selamat datang,” ujar Sembagi lalu bergegas menyalami pamannya

