Pagi ketika Jenggala hendak memulai aktivitas paginya dia melihat ke arah pintu unit apartemen tepat di depan unit apartemen yang ditinggalinya. Sudah beberapa hari ini dia di sini belum satu kalipun dia berpapasan dengan penghuni unit apartemen tersebut. Di depan unit tersebut terdapat beberapa paket kiriman yang bahkan belum dibawa masuk dan masih tetap berada di depan pintu selama beberapa hari terakhir. Jenggala lalu inisiatif mendekati pintu unit apartemen tersebut. “Sudah berapa lama paket-paket ini ada di sini tapi nggak diambil pemiliknya?” gumamnya sambil meraih salah satu paket yang paling kecil. Jenggala merasa ada seseorang yang tengah berdiri di belakangnya. Seorang laki-laki muda kira-kira berusia lebih muda darinya satu atau dua tahun. Jenggala jadi merasa salah tingkah

