Di kamarnya Sembagi sedang membaca dokumen-dokumen yang diberikan oleh Jenggala beberapa jam yang lalu. Dia sengaja mencari waktu tengah malam seperti ini untuk membaca supaya mendapatkan ketenangan. Di saat semua orang di rumah ini sedang tertidur lelap, terkecuali Turangga yang sejak diusir oleh Sembagi dari kamar sudah tak kembali lagi ke kamar mereka. Turangga kini tidur di kamar lain tapi masih bersebelahan dengan kamar Sembagi. Dan hingga jam dinding telah menunjukkan pukul dua belas malam tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Turangga sudah pulang ke rumah sejak pamit keluar empat jam yang lalu. “Bagaimana kalau ternyata aku bukan Sembagi yang selama ini dikenal oleh banyak orang. Lalu siapa aku sebenarnya? Kenapa aku begitu kasar, barbar dan sulit percaya pada orang baru?

