“Rein...” Reina mengentikan suapan roti nya, dia mengerutkan kening bingung kemudian menoleh mendengar teriakan Rakabumi pagi ini. Tak biasanya pria itu berteriak pagi-pagi, apalagi meneriakkan namanya meskipun hanya sekali. Dan, karena sekali itulah membuat Reina tak peduli, perempuan itu lebih memilih menikmati sarapan roti selai cokelat kacang nya saja. Rakabumi yang ada di lantai atas, berdecak kesal melihat dari sana Reina yang mengacuhkannya. Kembali dia berteriak, memanggil nama istrinya itu. “Reina!” Reina kembali menghentikan suapannya, dia memutar bola jengah bola matanya kemudian menoleh. “Apa sih?” tanya Reina kesal, sarapannya diganggu terus oleh pria itu padahal pria itu tak pernah mengganggunya sebelumnya. “Saya panggil kamu daritadi juga,” “Kapan? Orang baru s

