Sungguh, aneh sekali hari ini. Keanehan itu bermula sejak kemarin malam, kemudian tadi pagi dan siang ini. Rakabumi yang biasanya jarang, bahkan tak pernah mengunjungi cafe Reina, kini tiba-tiba datang yang membuat semuanya terkejut melihat keberadaan pria itu disini. “Rein, beneran kan itu suami Lo?” Reina melihat dari jendela di ruangannya, dimana ada Rakabumi yang notabenenya adalah suaminya baru saja turun dari mobil dan masuk ke cafenya. Wajah tampan nan rupawan, perawakan yang memukau membuat setiap pasang mata tertuju pada pria itu. Maha berjalan mendekat, berdiri disamping Reina kemudian memutar tubuhnya menghadap perempuan itu yang masih juga diam. “Benar kan?” tanya Maha lagi. Reina mengangguk, memutar tubuhnya pula dan kini bersandar pada jendela. Keningnya mengerut bing

