28. Hubungan Baik.

1904 Words

  “Appa!”   Anton menoleh ke arah gerbang saat seruan dari seorang anak laki-laki yang ia kenal terdengar nyaring di telinganya. Senyumnya terbentuk, tangannya melambai lalu merentang menyambut anak laki-laki yang kini berlari ke arahnya itu dengan sebuah pelukan hangat.   “Appa! Minhee pikir Appa tak akan datang lagi melihat Minhee. Minhee pikir Appa marah pada Minhee.” Rancau Minhee.   Anton terkekeh kecil seraya mengusak puncak kepala anak laki-laki itu sesaat sebelum mengurai pelukan tersebut, lalu menatap Minhee tepat di iris matanya.   “Minhee merindukan Appa?”   “Hm.” Minhee mengangguk semangat. “Banyaak sekali yang ingin Minhee ceritakan dan tanyakan Appa.” Ujar Minhee. “Appa kemana saja? Apakah Eomma melarang Appa datang lagi? Eomma melarang Appa menemui Minhee?”   A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD