Prolog

235 Words
Tahun terus berganti.. tanda bumi semakin menua.. manusia semakin terlena..             2020             Disambut hangat oleh musim penghujan bersama banjir yang menyapa, menyapu sebagian wilayah besar di bumi pertiwi.             2020             Tahun genap yang membuat segenap manusia gagap.             Siapa yang mampu mengetahui kehendak Yang Maha Kuasa?             Siapa yang mampu menjamin kehidupan di tahun yang baru akan membaik?             Siapa pula yang mampu berlari dari garis takdir yang sudah terlanjur melintang?             Tidak ada.             Nyatanya satu makhluk tak kasat mata mampu meluluh lantakkan bumi. Merenggut nyawa. Melenyapkan kebahagiaan. Menghapus harapan. Menyisakan air mata di pelupuk.             Langit memang masih membiru, tetapi kita tak bisa berhenti melawan sendu, bergelut melawan badai, berkecamuk di muka.             Kehilangan dan menghilang seolah menjadi hal lumrah di tahun ini.. Entah itu kehilangan orang terkasih, kehilangan pekerjaan, menghilang agar tak menjejakkan sakit.             Yaa Allah.. Engkau Yang Maha Besar, Maha Luas.. Kami percaya setiap yang bernyawa akan mati dan kembali pada-Mu. Semuanya hanyalah titipan, bahkan dengan perasaan ini.             Manusia hanyalah bilangan hari yang terus lenyap seiring waktu berlalu.             Nyatanya hidup adalah soal waktu. Mengalir begitu cepat, deras bagai air sungai yang beriak menuju muaranya, samudera.             Katakan, lakukan!             Setidaknya waktu terus mengingatkan kita, agar tak membuang keraguan saat ingin menunda sesuatu yang kita anggap bisa dilakukan esok hari. ______ ah ya.. kalian bisa membayangkan karakter lima sekawan itu dengan karakter artis Korea. Qiara : Kim Sejeong Ziyan : Cha Eunwoo Musa : Baekhyun Exo Anya : IU Jio : DO Exo
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD