Mary tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang pelempar bom. Namun, sekarang ia tahu rasanya, dan itu sangat tidak menyenangkan. Jantungnya berdegup kencang menantikan reaksi apa yang akan Ben katakan padanya. Wajah pria itu pucat pasi sementara tubuhnya membeku memeluk Mary. Apa pria ini terkena serangan jantung? Atau terkena serangan shocked? “Ben?” Ben tersentak seakan seseorang baru saja menamparnya. Atau mungkin Mary memang baru saja melakukannya secara harfiah? Mata Ben membelalak saat pria itu menatapnya. “Mary? Kau…Mary Swan?” Mary mengangguk. “Aku Mary yang kau kenal dulu.” “Kau pasti bohong kan?” Kini Ben menatapnya dengan curiga. “Hanya karena aku menceritakan tentang Mary, lalu kau menganggap dirimu sendiri Mary. Ini pasti tidak benar. Aku tidak percaya kau benar-benar

