37

1733 Words

Mary merasa begitu gugup saat berada di kamarnya dan menunggu Ben datang kembali. Apa ia benar-benar mengatakan itu semua pada Ben? Apa dirinya benar-benar meminta Ben bercinta dengannya? Dan terlebih, Mary benar-benar mengatakan apa yang sudah terjadi dalam rumah tangganya pada Ben? Dalam kehidupan seksualnya? Oh, dirinya pasti sudah kehilangan akal sehat. Bukankah seharusnya ia mengatakan hal lain yang lebih masuk akal? Mary bahkan hampir mengatakan nama aslinya. Itu hampir saja terucap ketika Ben bertanya apakah ia pernah mencintai suaminya. Lidahnya hampir saja berkata bahwa dirinya adalah Mary Swan. Gadis yang pernah, atau mungkin masih?, Ben cintai. Dan untung saja Mary tidak mengatakan itu. Karena, setelah melihat reaksi Ben begitu ia menunjukkan lukanya, Mary tahu jika Ben tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD