Bab 68

1268 Words

Suara tamparan itu masih menggema di ruang tamu, membuat Mama Indah terkejut. Dia mencoba untuk memeluk Niko, anaknya, tetapi Richard mengayunkan satu tangan di udara, memberi kode agar Indah tetap pada tempatnya. Sorot mata Richard begitu nyalang ke arah Niko yang berdiri di hadapannya. Di tempatnya, Niko tidak bergeming, bekas tamparan dari sang ayah sebagai bukti bahwa dirinya melakukan kesalahan yang begitu fatal. Kemarahan masih jelas tampak di wajah Niko. Kemarahan atas hinaan yang dilakukan Vana kepada istrinya, dan kemarahan atas apa yang dibelanya ternyata begitu ditentang ayahnya. “Jangan pernah sekali lagi berkata seperti itu ke keluarga Marinka,” suara Richard berat, penuh tekanan. “Don’t forget, this marriage isn’t just yours to think about. It’s our family’s name on the

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD