Di mansion besar milik Niko. Suasana dapur siang itu masih dipenuhi suara denting piring dan aroma masakan yang baru selesai dimasak. Mbok Asih berdiri di depan wastafel sambil sibuk mencuci peralatan makan, sesekali memindahkan piring-piring bersih ke rak pengering di sampingnya. Namun kegiatan itu langsung terhenti ketika sebuah suara berat menyapa telinganya dari arah belakang. “Mbok. Mana Nona Lara?” Mbok Asih yang masih sibuk dengan kegiatannya, langsung menoleh ketika suara berat itu menyapa telinganya. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat dua pria bertubuh tinggi dan kokoh dengan setelan jas hitam rapi serta kaca mata gelap senada sedang berdiri angkuh. Kehadiran mereka langsung membuat suasana terasa jauh lebih mencekam. Wanita paruh baya itu buru-buru mengelap kedua

