Niko langsung menarik kerah baju Dipta dengan kasar, menyeretnya menjauh dari sisi ranjang Lara. Gerakannya cepat, tatapannya tajam penuh bara. “Keluar dari sini!” suaranya dingin, setiap kata seperti perintah tak terbantahkan. Dipta meronta, mencoba melepaskan cekalan Niko. “Aku cuma mau jenguk Lara! Aku nggak ada niat lain!” suaranya meninggi, napasnya tersengal. Niko mencibir pendek. “Don’t lie to me. Kamu pikir saya nggak tahu apa yang kamu mau?” Seketika, tanpa pikir panjang, tinju Niko menghantam pipi Dipta. Suara benturan keras terdengar, membuat Lara terlonjak kaget di ranjangnya. “Mas!” Lara mencoba bangkit, tangannya meraih selimut untuk menopang tubuh yang lemah. Suaranya bergetar panik. “Jangan… please, jangan berantem .…” Namun kedua pria itu sama-sama keras kepala. Dipt

