Ratih menarik napas pendek, matanya masih menatap Niko penuh harap. “Pak Niko… boleh saya tahu… berapa usia kandungan Lara sekarang?” Niko terdiam, keningnya sedikit berkerut. Ia sempat menunduk, mencoba mengalihkan. “Bu, sebaiknya Ibu nggak usah terlalu mikirin itu dulu. Fokus saja untuk pulih. Lara butuh Ibu kuat.” Ratih tersenyum samar, meski air matanya tetap mengalir. “Saya tahu tubuh saya ini nggak sekuat itu lagi. Justru karena itu saya ingin tahu, Pak Niko. Tolong jangan sembunyikan dari saya. Berapa usia kandungannya?” Niko sempat menarik napas panjang, matanya beralih sebentar ke monitor jantung di samping ranjang, lalu kembali menatap Ratih. Tenggorokannya kering, dadanya terasa berat. Akhirnya ia menghela napas dalam, suaranya rendah tapi jelas. “Gestational age-nya… sekita

