Marinka menarik napasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Namun semakin ia mencoba menenangkan dirinya, semakin terasa kacau pula isi dadanya saat ini. Air matanya bahkan sudah jatuh tanpa bisa ia tahan lagi, membasahi pipinya perlahan sementara perempuan itu masih berdiri membelakangi Niko dengan tubuh yang mulai kehilangan kekuatannya sedikit demi sedikit. Ia masih ingat semuanya. Masih ingat bagaimana hangatnya Niko dulu padanya sebelum Lara kembali hadir di kehidupan mereka. Lelaki itu memang tidak pernah terlalu pandai menunjukkan perasaan, tetapi Marinka tetap bisa merasakan perhatian kecil yang dulu sempat diberikan untuknya. Tatapan teduh itu. Nada suara lembut yang sesekali muncul hanya untuk dirinya. Bahkan cara Niko diam-diam memperhatikannya saat ia lelah atau sak

