Bab 142

1408 Words

Langkah Niko terdengar keras menghantam lantai koridor mansion besar itu. Cepat. Kasar. Penuh amarah yang seolah sudah tidak lagi bisa dibendung. Ponsel di tangannya masih tergenggam sangat erat sampai urat-urat di punggung tangannya terlihat jelas menonjol. Sedangkan di belakangnya, Marinka terus mengejar dengan napas memburu. “Mas! Tunggu!” Namun Niko sama sekali tidak peduli. Tatapannya lurus ke depan. Gelap. Membunuh. Bayangan Lara yang penuh luka terus berputar di kepalanya tanpa henti. Wajah perempuan itu yang pucat. Bibirnya yang berdarah. Tubuhnya yang diikat seperti penjahat. Brak! Tanpa mengetuk, Niko langsung mendorong pintu ruang kerja Richard begitu keras sampai membentur dinding di belakangnya. Ruangan itu langsung hening seketika. Richard yang sedang berdiri di dekat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD