22

1631 Words

“Tidak biasanya adikku ini berada di dapur.” Diva terkekeh mendengar perkataan kakaknya. Dia mengambil satu buah tomat ceri di depannya dan dilemparnya ke arah pria itu. Dave menangkapnya dengan sigap lalu memasukkan buah itu ke dalam mulutnya. “Siapa yang kau buatkan bekal?” Dave mendekat dan menunjuk bekal sarapan yang tertata di atas meja. “Tentu saja kekasihku. Memangnya kau!” Dave mencibir mendengar perkataannya. “Memangnya kekasih itu harus memasakkan bekal untuk kekasihnya? Lalu untuk apa dia punya pekerja di rumah.” Diva memutar bola matanya dan memukul tangan Dave saat pria usil itu merusak hasil karyanya. “Ini namanya romantis.” Diva mendorong badan Dave dan menutup kotak makannya sebelum kakak jahilnya itu menghancurkan semuanya. Sejak tidak ada Abby di rumah ini, prakt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD