Chapter 32

977 Words

32 "Non pernikahannya sudah semakin dekat, dua Minggu itu kayak sekejab mata, biar ada kangen-kangennya sama Pak Ge, coba jangan ketemuan dulu." Ningsih terus membalurkan lulur ke tubuh Tita yang tengkurap, sementara Tita memejamkan matanya. "Iya ya Mbak, tapi aku kasihan juga kalo Mas Ge ingin ketemu trus aku bilang gimana?" "Ya bilang aja terus terang kalo Non sedang persiapan pernikahan biar nanti pas nikah jadi cantik, biar Mas Genya pangling." "Duh, semoga aku bisa Mbak, takutnya malah akunya yang gak tahan rindu." Tita terkekeh sambil memejamkan matanya. "Halaaah si Non ini biasa, coba jangan kelihatan banget kalo Non yang napsu, selalu saja rindu duluan, ngapa-ngapain duluan, biarkan saja Mas Ge yang memulai lihat saja Giman reaksinya." "Lah gimana Mbak, akunya memang napsuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD