*Happy Reading* Pada akhirnya, karena mood Arletta terlanjur rusak hari itu. Dia pun memutuskan untuk kembali pulang. Meski sang nenek sudah memohon dan Bruno juga membujuk untuk tinggal. Arletta tetap bersikukuh pulang. "Uti kangen cucu. Tinggallah beberapa jam lagi. Kita ngobrol dulu, ya?" bujuk sang nenek setengah menghiba. "Lain kali aja." Arletta menjawab tegas. Seakan tak perduli pada hibaan sang nenek. "Tapi, Cu--" "Aku pergi." Gadis itu bahkan seperti sengaja menyela ucapan sang nenek, dan beranjak begitu saja meninggalkan ruangan tanpa menoleh lagi ke arah belakang. Benar-benar mengacuhkan si nenek. Sang nenek pun langsung tergugu melihatnya. Sedih dan terluka sudah pasti di rasakan sang nenek. Tetapi mau bagaimana lagi? Nenek sadar, dia tidak punya hak menuntut apa pun

