*Happy Reading* Mata Arkana baru saja hampir tertutup karena kantuk yang melanda, saat tiba-tiba saja Elkava menepuk bahunya lumayan keras sambil berseru. "Dokternya udah keluar, Kan!" Kantuk Arkana pun seketika lenyap. Pria itu segera bangkit dari tempatnya dan mengekori Elkava yang sudah lebih dulu menghampiri Dokter Karina yang baru keluar ruangan. "Bagaimana kondisi Arletta, Dok?" todong Elkava tanpa basa basi. Dokter Karina menatap Elkava dan Arkana bergantian. Lalu tersenyum menenangkan pada kedua pria itu. "Untuk seorang yang punya daya juang tinggi seperti Dokter Gina--eh, maksudku Dokter Arletta. Tentu saja luka yang semalam bukan sebuah masalah. Meski dia lumayan banyak kehilangan darah. Tapi sekarang, dia sudah melewati masa kritisnya." "Alhamdulilah ...." ucap Arkana

