Suara gemricik air menetes ke lantai terdengar dari dalam ruangan di mana teman Airra yaitu Mira keluar tadi. Tentu Rikki mendengar suara Airra yang mungkin sedang membela dirinya. Mungkin saat ini Airra sedang di rundung oleh para orang orang pekerja hotel dalam ruangan itu "Cih... berani sekali wanita seharga permen kopi seperti mu berteriak! Hei Airra, sadar diri lah dulu ninggalin pak Arief seakan tidak memiliki hati, masa sekarang pak Arief ingin gembira dengan mbak Binar aja di ganggu lagi mentang mentang mantan suami mu sudah kaya lagi," "Tak terbayang ya wanita yang selama ini di cap baik seperti mu malah jadi boronan publik, sial sekali Mira ia juga terkena imbasnya tuh karna diri mu!" Airra hanya terdiam posisinya saat ini sedang berdiri menempel dinding di hadapan 7 wanit

