Malam hari sekitar jam 7: 00 malam, Rikki mengantar Airra sampai ke depan pintu apartment. "Mau masuk dulu Rik? lu belum makankan? hari ini sarah masak lumayan banyak," ujar Airra mengajak Rikki untuk bertamu di rumahnya. "Enggak dulu deh... udah malam lu juga pasti cape bangetkan, gua pulang dulu Ra." semaur Rikki bergegas pergi. Tak biasanya Rikki menolak ajakkan bertamu Airra. Tapi untung saja Rikki menolaknya karena saat ini Airra dalam kondisi tidak baik. Ia tak ingin Rikki melihat sisinya yang lemah lagi atas tekad Airra yang akan bangkit dari ke adaaan. Sementara itu Rikki menjalankan mobilnya dengan cepat menggunakan tangan satunya. Sedangkan tangan satunya lagi ia gunakan untuk menelphone seseorang. "Kak di mana kau sekarang!" ujar Rikki nampak menahan amarah itu. "Di kanto

