Airra bergegas ke kamar yang saat ini di tempati oleh Binar dan Arief. Dengan satu kali hembusan nafasnya Airra mengumpulkan ke beraniannya. Tok.. tok.. suara ketukkan pintu, seketika pintu itu terbuka dan terlihat Binar keluar dengan hanya menggunakan jubah mandinya dengan kaki polosnya yang menginjak lantai. "Rajin sekali, atau memang tidak sabar melihat ke kacauan ini? Masuk lah dan cepat rapihkan!" ujar Binar sembari tersenyum memandang rendah Airra. Airra sudah tahu kalau ini akan terjadi ia sudah menyiapkan mentalnya baik baik. "Baik saya akan membersihkannya." semaur Airra. Airra telah masuk ke dalam kamar, ia membersihkan seluruh kamar dan ranjang yang bahkan sangat berantakan sampai vas bunga yang ada di meja pun pecah. Seberapa berutalnya permainan Mas Arief dengan Binar tad

