Sebuah Harapan

1093 Words

Andreas berdiri menjulang tinggi, di hadapan Faresha dan Bintang yang baru saja ditangkap. Keduanya bertekuk lutut dengan kepala merunduk dalam menghindari tatapan pria berjas rapi di hadapan mereka. "Saya tidak percaya, saya harus melakukan hal seperti ini. Berdiri di hadapan kalian berdua sekarang," ujar Andreas menghela napas kasar. Bintang yang mendengar itu perlahan mendongak dengan menatap Andreas tajam, "kau sepertinya tidak tahu alasan papamu dipecat ya? Makanya kau melakukan hal bodoh seperti ini. Dan bekerja sama dengan Faresha yang ingin memperjuangkan cintanya pada suami orang." Andreas sengaja menyinggung, tersenyum dengan berulangkali menggelengkan kepala heran. "Herdianto menggelapkan dana perusahaan, dan diketahui oleh Alamea. Karena itu, Alamea memecat Herdianto tanp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD