Husyan mengernyitkan dahi bingung melihat anak sulungnya kini duduk melamun di teras rumah dengan napas ngos-ngosan. Pertanyaan Husyan sama sekali tidak didengar oleh anaknya itu, entah dia memang sengaja tidak mau menanggapi atau karena Adnan tidak mendengar. "Adnan, kamu kenapa ngos-ngosan begitu?" Ulang Husyan kali ini menyentuh pundak Adnan membuat sang anak tersentak kecil dan langsung menoleh padanya. "Eh, ayah?" Kagetnya baru tersadar, "ada apa? Kamu sebenarnya dari mana, kenapa bisa kayak habis dikejar orang?" Adnan terdiam lama, menggigit bibir bawah lalu kembali melihat ke arah ayahnya. "Ayah, Annita diculik." Husyan sontak melebarkan mata kaget, "diculik sama siapa, Alfi tahu tidak? Atau sekarang kita lapor polisi dulu?" Panik Husyan dengan raut cemas. "Tidak perlu ayah, Anni

