Ketua Pimpinan Organisasi

1906 Words

Andreas berdiri di samping meja kerjanya dengan memandang ponselnya yang terus menyala sejak tadi. Ia menggelengkan kepala heran, tidak menyangka kalau apa yang selama ini ia takutkan benar-benar terjadi. Makanya ia tengah memikirkan sesuatu, bagaimana menjelaskan pada Alfi nantinya. Tentang semua yang ia tahu, tapi rasanya ia juga tidak perlu menjelaakan pada sang cucu. Karena Alfi bukan tipe manusia yang mau mendengar penjelasannya. Telepon miliknya kembali bergetar membuat Andreas akhirnya meraih benda pipih itu, menempelkannya pada telinga. "Jadi, mereka ke sana ya?" Ujar Andreas mengangguk-nganggukan kepala mengerti. "Jangan sampai Annita kenapa-napa, apalagi membahayakan calon bayinya." Seseorang di seberang mengangguk mengiyakan perkataannya. "Kau boleh melakukan apa saja, asa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD