Pemuda jangkung yang memakai kupluk rajut itu tengah berdiri di depan building Fianhira. Ia juga memakai kemeja flanel dengan kaos hitam polos yang melekat pada tubuhnya. Ia memamdangi pintu masuk dengan mata mengerjap sendu, entah sudah berapa orang yang berlalu-lalang keluar dari sana. Tapi, pemuda itu tetap berdiri dengan menahan kedua kakinya untuk tidak masuk ke dalam sana. "Ngapain aku sampai datang ke sini ya?" Gumamnya bingung sendiri, menghela napas berulangkali. Ia kembali mendongak gedung tinggi di depannya itu dengan berharap orang yang ia cari bisa menemuinya sekarang. "Langit?" Langit tersentak kecil saat seseorang mengenalinya, ia kemudian mengangkat wajah dan melihat sosok berkacamata bening di depannya yang kini menatapnya bingung. "Ibu Faresha, selamat siang." Sap

